Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah menggulirkan kebijakan penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Pemerintah menggulirkan kebijakan penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Perpanjangan Diskon PPnBM Dongkrak Penjualan Mobil

Sabtu, 18 September 2021 | 12:33 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com) ,Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah kembali memperpanjang diskon pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 100% untuk kendaraan bermotor sampai akhir 2021, dari sebelumnya sampai Agustus. Pelaku usaha otomotif menyambut positif perpanjanan PPnBM karena akan berdampak mendongkrak penjualan mobil yang sedang lesu karena pandemi Covid-19.

Seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Jumat (17/9/2021), berdasarkan PMK 120/PMK 010/2021, besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang semula diberikan dari Maret hingga Agustus 2021 diperpanjang menjadi hingga Desember 2021.

Insentif yang diperpanjang meliputi PPnBM DTP 100% untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc, PpnBM DTP 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4×2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc sampai dengan 2.500 cc, serta PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4×4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.

“Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19, sehingga diharapkan terus dimanfaatkan” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Natan Kacaribu
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Natan Kacaribu

Kelebihan PPnBM dan/atau PPN atas pembelian kendaraan bermotor pada bulan September 2021 akan dikembalikan atau refund oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan pemungutan.

Secara kumulatif selama periode Januari-Juli 2021, penjualan mobil ritel telah tumbuh 38,5% dari periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan.

“Dengan peningkatan penjualan tersebut, para produsen kendaraan bermotor pun dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi,” ujar dia.

Produksi mobil secara kumulatif pada Januari-Juli 2021 mampu tumbuh 49,4% (year-on-year/yoy). Peningkatan produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik namun juga ekspor kendaraan completely knock down (CKD) yang tumbuh 169,7% pada periode yang sama.

Berdasarkan performa tersebut, kinerja pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor industri dan perdagangan alat angkutan dapat tumbuh double digits atau masing-masing sebesar 45,7% dan 37,9 % (yoy) pada kuartal II-2021.

Dongkrak Penjualan Mobil

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Foto: IST
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Foto: IST

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menyambut positif perpanjangan relaksasi PPnBM tersebut, karena terbukti ampuh dalam meningkatkan penjualan mobil yang sebelumnya lesu akibat pandemi.

Dia berharap dengan adanya kebijakan itu, penjualan dan produksi otomotif beserta komponennya dapat terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

Jongkie menambahkan, Gaikindo tidak melakukan perubahan target penjualan mobil setelah pemerintah memperpanjang aturan insentif pajak ini.

“Proyeksi tahun 2021 masih tetap pada 750.000 unit. Sejauh ini untuk produksi kendaraan, para pelaku otomotif masih bisa mengatasinya, meski masih ada kelangkaan chip semikonduktor,” ucap dia kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (17/9).

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil domestik melonjak 123% menjadi 83.319 unit pada Agustus 2021, dibandingkan bulan sama tahun lalu sebanyak 37.277 unit. Hal itu ditopang perbaikan ekonomi dan diskon pajak PPnBM-DTP sebesar 100% untuk mobil berkapasitas mesin di bawah 1,5 liter rakitan lokal. Hingga Agustus 2021, akumulasi penjualan mobil mencapai 543.424 unit, naik 48% dari periode sama tahun lalu sebanyak 323.494 unit.

Gaikindo menargetkan penjualan mobil tahun ini mencapai 750 ribu unit, dibandingkan 2020 sebanyak 532 ribu unit.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM)
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM)

Senada dengan Gaikindo, Business Inovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy juga menyambut positif.

Sebab, selama ini relaksasi PPnBM 100% telah terbukti efektif meningkatkan permintaan pasar, bahkan juga mendukung pertumbuhan ekonomi secara general.

“Karena itu, kami menyambut positif kebijakan ini, dan kami berharap permintaan konsumen dapat terus meningkat hingga akhir tahun ini,” ucap dia.

Billy mengungkapkan, bagi konsumen yang sudah melakukan pembelian pada tanggal 1-17 September dapat melakukan refund atau pengembalian dana ke dealer. Saat ini HPM masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) karena proses pembelian atau refund harus ada acuan peraturan barunya.

“Target penjualan kami tetap seperti pada awal tahun, mempertahankan pangsa pasar kami yang sebesar 14%,” ujar dia.

Pada periode pemberian insentif diskon sebelumnya, terdapat 29 model mobil yang mendapatkan diskon PPnBM DTP. Contohnya enam mobil Toyota yang memperoleh diskon PpnBM 100%, yakni Yaris, Vios, Sienta, Avanza, Rush, dan Raize.

Harga beberapa mobil setelah diskon PPnBM
Harga beberapa mobil setelah diskon PPnBM

Dengan insentif ini, harga Raize berkisar Rp 202,7-265,9 juta, Rush Rp 240,5-263,33 juta, Avanza Rp 187,6-239,35 juta, Vios Rp 254,1-283,3 juta, Sienta Rp 260,1- 356,3 juta, dan Yaris Rp 248,3-284 juta. Mobil merek lain yang menikmati insentif ini adalah Mitsubishi Xpander.

Berkat diskon PPnBM 100% alias tarif 0%, harga Xpander turun berkisar Rp 14-18 juta. Dengan demikian, harga Xpander di luar warna putih berkisar Rp 231,5-266,95 juta, sedangkan Xpander Cross berkisar Rp 259,54-294,51 juta.

Mobil Honda juga kebagian insentif PPnBM. Harga Brio RS berkisar Rp 178,3-192,7 juta, Mobilio Rp 196,1- 248,5 juta, BR-V Rp 238-277,6 juta, HR-V 1.5 Rp 284,2-333,6 juta, dan City Hatchback Rp 289-299 juta.

Wuling menjadi satu-satunya pabrikan mobil non-Jepang yang mendapatkan insentif itu. Pabrikan asal Tiongkok itu menikmati diskon PpnBM untuk New Confero yang dipasarkan dengan harga Rp 146,3 juta (OTR Jakarta) dan New Confero S mulai dari Rp 169,8 juta (OTR Jakarta).

Adapun mobil 1.500-2500 cc yang mendapat diskon PPnBM 50% selama April-Agustus 2021 adalah Toyota Innova, Toyota Fortuner, Honda CRV, dan Honda HR-V 1,8 liter. Harga Innova turun berkisar Rp 21,3-32 juta, sehingga harganya berkisar Rp 321- 468,5 juta, sedangkan Fortuner turun Rp 33,1-40,7 juta juga dengan harga berkisar Rp 478,9-670,9 juta.

Harga CR-V turun berkisar Rp 28,4- 25,2 juta, sehingga menjadi Rp 489- 540,5 juta, sedangkan HRV 1,8 liter Prestige turun Rp 25,2 juta menjadi Rp 402,3 juta.

Insentif diskon pajak ini diatur melalui PMK Nomor 20 Tahun 2021 yang mengatur pemberian insentif untuk segmen 1.500 cc kategori sedan dan 4x2 dengan komponen pembelian dalam negeri (local purchase) paling sedikit 70%.

Kemudian, PMK Nomor 31 Tahun 2021 memperluas insentif PPnBM DTP dengan menambah cakupan kendaraan bermotor yaitu segmen 4x2 dan 4x4 untuk segmen 1.500 cc sampai 2.500 cc dan local purchase paling sedikit 60%.

Melihat dampak positif kebijakan yang telah diberikan, kemudian masa insentif PPnBM 100% untuk kendaraan <1.500 cc diperpanjang sampai dengan Agustus 2021 melalui PMK Nomor 77 Tahun 2021.

Menstimulasi Pembelian

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga menyatakan kegembiraannya atas perpanjangan diskon Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PpnBM DTP) 100% untuk kendaraan bermotor sampai akhir tahun 2021.

Kebijakan yang tertuang dalam PMK Nomor 120 Tahun 2021 dapat terus menstimulasi pembelian kendaraan bermotor oleh masyarakat, serta berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

“Kami bersyukur bahwa usulan kami untuk memperpanjang masa pemberian stimulus PPnBM DTP bisa diakomodasi oleh Menteri Keuangan. Data sudah berbicara dengan terang benderang bahwa stimulus ini memiliki impact luar biasa bagi perekonomian,” ujar Menperin di Jakarta, Jumat (17/9).

Sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait usulan perpanjangan stimulus PPnBM DTP untuk periode September-Desember 2021.

Menperin mengusulkan perpanjangan PpnBM DTP sebesar 100% untuk mobil dengan isi silinder di bawah 1.500 cc, sebesar 50% untuk mobil dengan isi silinder 1.501-2.500 cc berpenggerak 4x2, dan 25% untuk mobil berkapasitas sama dan berpenggerak 4x4.

Menperin menambahkan, pertumbuhan sektor manufaktur pada kuartal II-2021 didorong oleh kencangnya pertumbuhan industri otomotif yang mencapai 45,7%.

Selain itu, data penjualan kendaraan roda empat peserta PPnBM DTP di bawah 1.500 cc pada Januari-Agustus 2021 tercatat sebesar 175 ribu unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 51% secara year on year (yoy).

“Untuk mobil peserta PPnBM DTP di atas 1.500 cc, penjualannya pada Januari-Agustus 2021 sebesar 44.680 unit, atau meningkat 64,4% dibandingkan Januari-Agustus 2020,” jelas Agus.

Dengan perpanjangan pemberlakuan kebijakan ini, Menperin berharap Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia bisa kembali ke jalur ekspansif atau berada di atas angka 50 seperti yang terjadi berturut- turut selama delapan bulan pada November 2020 hingga Juni 2021.

”Dengan industri yang ekspansif dan optimis menjalankan aktivitasnya, kami perkirakan pertumbuhan industri pada triwulan III-2021 bisa lebih baik lagi,” kata dia.

Peningkatan penjualan mobil akibat pemberian diskon PPnBM juga berperan menciptakan multiplier effect yang cukup besar. Peningkatan pesanan kendaraan berdampak positif pada industri komponen yang menunjang industri otomotif. Produsen kendaraan peserta PPnBM DTP juga melibatkan sekitar 319 perusahaan industri komponen tier 1, serta meningkatkan utilisasi dan kinerja industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk industri kecil dan menengah (IKM).

“Selain itu, kendaraan bermotor produksi dalam negeri wajib memenuhi persyaratan local purchase yang digunakan pada proses produksi dengan nilai minimal 60%, sehingga mendukung program peningkatan produksi dalam negeri dan substitusi impor yang dicanangkan Kemenperin untuk dapat mencapai 35% di tahun 2022,” jelas Menperin.

Berdasarkan analisis tim Kemenperin, perpanjangan stimulus PPnBM DTP hingga Desember 2021 diproyeksi akan menambah penjualan kendaraan sebanyak 35.553 unit. Perluasan cakupan PPnBM DTP juga dinilai akan mempercepat pemulihan industri otomotif, sekaligus meningkatkan pendapatan negara.

“Kami memproyeksikan tambahan penerimaan pajak sebesar Rp 2,22 triliun dengan meningkatnya penjualan mobil yang didukung stimulus PPnBM DTP,” ujar Menperin.

Harga beberapa mobil populer setelah diskon PPnBM
Harga beberapa mobil populer setelah diskon PPnBM

Senada dengan analisis Kemenperin, hasil kajian Institute for Strategics Inisiative (ISI) yang dipaparkan Agustus lalu menunjukkan bahwa relaksasi PPnBM DTP efektif dalam mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional yang tengah menghadapi penurunan selama pandemi Covid-19.

Direktur ISI Luky Djani menyebutkan, data Maret-Mei 2021 yang dibandingkan dengan periode sama 2019 dan 2020 menunjukkan bahwa program relaksasi PPnBM DTP menguntungkan semua pihak. Nilai penjualan mobil dengan PPnBM DTP pada Maret-Mei 2021 lebih tinggi Rp 22,95 triliun dibandingkan periode sama tahun 2020. Dengan program tersebut, industri berpotensi menciptakan kesempatan kerja total 183 ribu orang.

Selain itu, kebijakan tersebut menciptakan pendapatan rumah tangga bagi pekerja di sektor otomotif dan sektor lain yang terkait dengannya sebesar Rp 6,6 triliun dibandingkan tanpa pemberlakukan program relaksasi tersebut.

Ia menjelaskan, adanya PPnBM DTP juga menunjukkan peningkatan penciptaan output pada industri sebesar Rp 29 triliun. Kemudian, di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp 3,69 triliun, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 1,7 triliun, dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor sebesar Rp 1,7 triliun.

“Kebijakan ini telah menjadi game changer di tengah pandemi yang dihadapi Indonesia saat ini. Dengan multiplier effect yang tinggi, maka sebaiknya kebijakan ini diperpanjang,” pungkas Luky.

Berdampak pada Produksi

Diskon PPnBm melejitkan penjualan mobil
Diskon PPnBm melejitkan penjualan mobil

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, kebijakan fasilitas diskon PPnBM tidak hanya memiliki dampak yang signifikan kepada sisi permintaan, namun juga kepada sisi produksi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan sisi produksi juga memiliki dampak positif kepada tingkat penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, prasyarat pemberian fasilitas diskon PPnBM Kendaraan Bermotor dengan tingkat kandungan produk dalam negeri yang tinggi juga memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang cukup besar kepada sektor pendukungnya, seperti sektor industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keuangan. Sektor otomotif juga merupakan sektor strategis yang memiliki nilai tambah dan level adopsi teknologi yang relatif tinggi.

“Momentum pemulihan sektor otomotif nasional diharapkan terus berlanjut seiring dengan kondisi pandemi yang lebih terkendali dan penguatan ekonomi global yang mendorong permintaan ekspor produk otomotif nasional” ucap Febrio.

Dia mengatakan, kebijakan insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor ini menjadi salah satu bukti kehadiran APBN dan kebijakan fiskal yang responsif di tengah pandemi. Konsistensi peran APBN sebagai instrumen countercyclical secara keseluruhan akan terus diperkuat untuk kembali mendorong laju pemulihan yang lebih berkelanjutan.

“Di tengah pandemi yang masih terjadi, kebijakan fiskal akan terus menjadi instrumen yang optimal dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, melindungi daya beli masyarakat, serta memberi dukungan bagi dunia usaha,” kata Febrio. (ac/jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN