Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Focus Group Discussin (FGD) Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia (ADG BI) dengan Pemred. Sumber: Investor Daily/Primus Dorimulu

Focus Group Discussin (FGD) Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia (ADG BI) dengan Pemred. Sumber: Investor Daily/Primus Dorimulu

Perry: BI akan Pertahankan Suku Bunga Rendah hingga Ada Tanda-tanda Inflasi Naik

Senin, 25 Januari 2021 | 13:49 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) menegaskan, ke depan pihaknya akan terus menempuh kebijakan longgar, di antara dengan menetapkan suku bunga rendah. Langkah ini akan dilakukan oleh bank sentral hingga ada tanda-tanda terjadi kenaikan inflasi.

“Kebijakan kami akan terus menempuh suku bunga rendah. Sampai kapan? Saya sampaikan, sampai ada tanda-tanda inflasi (naik). Kalau belum ada tanda-tanda inflasi meningkat, ya kami akan terus,” ujar Perry dalam Focus Group Discussion (FGD) Gubernur BI dengan Pimpinan Redaksi Media Massa secara virtual Senin (25/1).

Menurut Perry, hal itu diperlukan untuk mendorong pasokan kredit dan menjaga stabilitas sistem keuangan. “Jadi agar likuiditas tetep longgar, tidak ada risiko-risiko likuiditas. Lebih dari itu, juga merupakan bagian dari bersinergi untuk mendorong kredit,” tandas dia.

Inflasi atau indeks harga konsumen (IHK) pada 2020 tercatat sebesar 1,68% (yoy) dan berada di bawah kisaran sasaran 3,0%±1%. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh inflasi inti yang tercatat rendah sebesar 1,60% (yoy), sejalan dengan pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target, dan dampak nilai tukar terhadap inflasi yang menurun.

Inflasi kelompok administered prices juga tercatat rendah sebesar 0,25% (yoy), sejalan dengan mobilitas masyarakat yang masih terbatas dan upaya pemerintah menurunkan harga energi guna mendorong daya beli masyarakat.

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food terkendali sebesar 3,62% (yoy), didukung oleh permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai, meskipun terdapat tekanan musiman pada akhir tahun.

Bank Indonesia memperkirakan, inflasi pada 2021 tetap terkendali dalam sasaran 3,0%±1%. “Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI dan TPID), guna mengendalikan inflasi IHK sesuai kisaran targetnya,” ujar pada kesempatan berbeda pekan lalu.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN