Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

Perry Inginkan Indonesia Jadi Pemain Utama Dunia Ekonomi Keuangan Syariah.

Senin, 30 November 2020 | 12:58 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa  ekonomi dan keuangan syariah telah menjadi tren global. Oleh karena itu, ia ingin Indonesia menjadi pemain global untuk ekonomi dan keuangan syariah. Industri ekonomi syariah Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

"Pemerintah dan kita semua menginginkan bagaimana Indonesia menjadi player di dunia dalam ekonomi keuangan syariah," kata Perry Warjiyo pada webinar percepatan pengembangan pasar modal syariah di Jakarta, Senin (30/11).

Perry Warjiyo. Foto: IST
Perry Warjiyo. Foto: IST

Lebih lanjut, ia mengatakan  ekonomi dan keuangan syariah bukanlah terkait agama melainkan menjadi tren di dunia, karena sejumlah negara yang mayoritas penduduknya non muslim ikut mengembangkan dan secara mengejutkan kemajuan pasar keuangan dan ekonomi syariah mereka sangat pesat. Seperti Tiongkok sebagai eksportir baju muslim terbesar dan Korea Selatan sebagai produsen kosmetika halal terbesar dan destinasi utama pariwisata halal.

Kemudian Jepang sebagai industri halal dan pariwisata, sementara itu Thailand juga memiliki visi menjadi dapur halal dunia.

"Semangat itulah yang membuat Indonesia, sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo dan juga Wakil Presiden sudah membentuk komite nasional ekonomi keuangan syariah  (KNEKS) sebagai komitmen untuk bersama-sama kembangkan ekonomi keuangan syariah," jelasnya.

Menurut dia, sejak 2015, BI, pemerintah dan instansi terkait lainnya meningkatkan langkah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang banyak fokus di perbankan dan kini semakin diperluas di antaranya pasar modal, mobilisasi zakat, wakaf produktif dan membuat halal supply chain.

Selain itu, lanjut dia, BI juga meningkatkan ekonomi syariah dalam membentuk rantai pasok halal bersinergi dengan pemerintah, BI, dunia usaha termasuk melakukan edukasi dan literasi melalui kampanye dalam Festival Ekonomi Syariah yang beberapa waktu lalu diadakan BI.

Kendati begitu, ia menegaskan bahwa Indonesia  perlu mengejar ekonomi syariah diantaranya dalam industri farmasi kosmetika, pariwisata, dan keuangan karena saat ini berada di urutan keenam berdasarkan laporan State of Global Islamic 2020-2021.

Meski begitu, beberapa industri dari Indonesia sudah masuk 10 besar di antaranya untuk makanan halal berada di urutan keempat, dan fesyen di urutan ketiga setelah Uni Emirat Arab (UEA) dan Turki. Sementara itu untuk farma kosmetik, halal tourism, islamic finance masih di peringkat keenam.

"Kita sinergikan dan berkoordinasi dengan masing-masing lembaga termasuk OJK, perbankan untuk bersama-sama memajukan ekonomi keuangan syariah dan kita semua ingin Indonesia jadi player dunia,"ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Anwar Bashori mengatakan bahwa, secara frame ekonomi dan keuangan syariah jadi bagian kebijakan ekonomi nasional bukan hanya sampingan  dengan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan ketua harian Wakil Presiden Jusuf Kalla.  Bahkan  dalam 3 tahun terakhir, posisi Indonesia terus meningkat.

"Kemudian Alhamdulilah tadi disampaikan bahwa saat bicara tahun  2017 rasanya mimpi Indonesia jadi best ten sebab Indonesia selalu di posisi 11 Malaysia di atas. Tetapi saat ini Indonesia justru masuk dalam lima besar di posisi keempat berdasarkan global islamic indicator,"tuturnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN