Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menyampaikan media briefing di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menyampaikan media briefing di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

EKONOMI KUARTAL I TUMBUH 2,97%

Perry: Kita Harus Bersyukur, Indonesia Lebih Baik

Triyan Pangastuti, Rabu, 6 Mei 2020 | 13:32 WIB

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, meskipun di bawah perkiraan, ekonomi kuartal I-2019 yang tumbuh 2,97% (yoy) tetap patut disyukuri. Sebab, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan dengan banyak negara lain.

Perry memberi contoh, ekonomi Tiongkok mengalami kontraksi hingga -6,8% pada kuartal I-2020, dibandingkan posisi kuartal IV-2019 yang masih 6%. Sedangkan Amerika Serikat (AS), meski masih positif, tapi turun menjadi 0,3% dari kuartal IV-2019 yang sebesar 2,3%

Di kawasan Asia, lanjut Perry, ekonomi Singapura juga tumbuh minus -2,2%, turun dari kuartal sebelumnya 1% dan Korea Selatan jadi 1,3% dari kuartal sebelumnya 2,3%. Sedangkan ekonomi Vietnam tercatat masih lebih tinggi di bandingkan Indonesia yaitu tumbuh 3,8%, turun tajam dari kuartal sebelumnya 6,8%.

“Jadi, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, pertumbuhan ekonomi 2,97% ini alhamdullilah lebih besar dari negara-negara lain,” jelas Perry dalam acara media briefing yang digelar secara virtual, Rabu (6 /5).

Dengan berbagai kondisi tersebut, Perry memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 hanya mencapai 0,4%, kuartal III sebesar 1,2%, dan baru mulai meningkat pada kuartal IV yang diperkirakan bisa tumbuh 3,1%. Sehingga, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini berpotensi lebih rendah dari perkiraan awal 2,3%.

“Perkiraan kami, secara keseluruhan semula bisa tumbuh 2,3% (yoy). Tapi, ini bisa sedikit lebih rendah dengan realisasi kuartal I-2020 yang lebih rendah dari perkiraan. Kami akan hitung lagi” kata dia.

Meski begitu, ia menegaskan, stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah untuk mengurangi beban dunia usaha dan masyarakat dinilainya dapat mengurangi dampak Covid-19. Oleh karena, itu Bank Indonesia akan terus berkoordinasi secara erat bersama pemerintah untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

“Stimulus fiskal telah berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Stimulus fiskal dari pemerintah insya Allah akan mengurangi dampak itu, termasuk kebijakan restrukturisasi dunia usaha, pemulihan ekonomi, dan dukungan BI akan mengurangi dampak dari Covid-19 dan ke depannya akan lebih baik. Insya Allah di semester II pertumbuhan ekonomi kita akan lebih baik,” tandas dia.

Meski pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun diperkirakan akan lebih rendah dari 2,3%, namun Perry yakin pada 2021 pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih tinggi yaitu di kisaran 6,6% hingga 7,1%.

“Nah, ini ‘kan terutama juga karena faktor based effect. Karena kalau 2020 rendah, 2021 akan lebih tinggi karena secara statistik akan seperti itu dan juga program ekonomi yang akan ditempuh pemerintah, berakhirnya Covid dan pertumbuhan ekonomi dunia yang akan membaik. Ini akan membawa dampak baik bagi Indonesia,” pungkas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN