Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas jual beli BBM di SPBU Jalan Raya Merapi Golf, Yogyakarta, Senin (9/11/2020). PT Pertamina (Persero) kembali memastikan pasokan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap berjalan paska ditetapkannya status Siaga (Level III) Gunung Merapi pada 5 November 2020 oleh Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Foto: IST

Aktivitas jual beli BBM di SPBU Jalan Raya Merapi Golf, Yogyakarta, Senin (9/11/2020). PT Pertamina (Persero) kembali memastikan pasokan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap berjalan paska ditetapkannya status Siaga (Level III) Gunung Merapi pada 5 November 2020 oleh Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Foto: IST

Pertamina Dinilai Bisa Jaga Protokol Kesehatan Selama Nataru

Rabu, 23 Desember 2020 | 07:19 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi menilai Pertamina dapat menjaga penerapan protokol kesehatan saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu, layanan Pertamina dinilai dapat mengantisipasi berbagai kondisi yang tidak diinginkan, seperti kemungkinan padatnya jalan tol dan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Ini pelayanan ekstra, karena Pertamina mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Kami menyambut baik apa yang dilakukan Pertamina, karena bisa mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk menjaga protokol kesehatan,” tutur Sularsi, Selasa (22/12/2020).

Menyambut Nataru, Pertamina mengoptimalkan berbagai layanan, antara lain menempatkan Pertashop di beberapa titik di jalan tol Trans Jawa, layanan pesan antar melalui nomor kontak 135, pembayaran secara digital melalui aplikasi MyPertamina, serta menyiapkan mobil tangki tambahan di SPBU sepanjang jalan tol Trans Jawa.

Menurut Sularsi, layanan tambahan tersebut memang positif. Digitalisasi pembayaran nontunai melalui aplikasi MyPertamina, misalnya dinilai bisa membantu penerapan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. “Ini tujuannya untuk keamanan supaya tidak terjadi sentuhan,” kata dia.

“Layanan SPBU mobile juga sangat penting. Bisa menjadi salah satu alternatif agar masyarakat tidak kehabisan BBM. Apalagi, ruas tol sangat panjang, sekian ratus kilometer, mulai Cipali hingga Solo,” kata dia.

Memang, lanjut Sularsi, kepadatan lalu lintas libur Nataru kali ini belum tentu seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, pada saat bersamaan, pemerintah mengeluarkan aturan yang ketat terkait prosedur keluar masuk daerah tertentu.

Di samping itu, Sularsi mengingatkan Pertamina memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan petugas di lapangan, termasuk keamanan petugas motoris yang mengantarkan BBM kepada konsumen. Terkait pembayaran nontunai, Pertamina hendaknya juga mengantisipasi jika terjadi kendala.

“Misalnya, jika sinyal kurang baik sehingga mengganggu pembayaran nontunai. Dalam kondisi demikian, Pertamina hendaknya mempersiapkan upaya lain agar pelayanan tidak terganggu, termasuk untuk para pengemudi angkutan umum agar mereka mengetahui layanan tersebut,” kata dia.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN