Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pertamina (Persero) meresmikan pengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di 63 SPBU miliknya dan akan diperluas di seluruh 7.000 SPBU. Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. (doc. Pertamina)

PT Pertamina (Persero) meresmikan pengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di 63 SPBU miliknya dan akan diperluas di seluruh 7.000 SPBU. Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. (doc. Pertamina)

Pertamina Operasikan PLTS Atap di 63 SPBU

Jumat, 18 Desember 2020 | 12:28 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) meresmikan pengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di 63 SPBU miliknya. Nantinya, perseroan akan memasang PLTS Atap ini di seluruh 7.000 SPBU. Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

 

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pemasangan PLTS Atap di SPBU merupakan langkah awal perusahaan dalam meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi Pertamina. Hal ini dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan energi terbarukan dalam bauran energi nasional sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

 

“Ini langkah awal kami saat Ulang Tahun Ke-63, kami mulai [memasang PLTS Atap] di 63 SPBU,” kata dia dalam peresmian PLTS Atap di 63 SPBU secara daring, Jumat (18/12).

 

Nantinya, tambahnya, pemasangan PLTS Atap ini akan dilanjutkan ke seluruh SPBU milik Pertamina yang mencapai sekitar 7.000 unit. Pihaknya akan menggandeng beberapa mitra agar penetrasi PLTS Atap ini bisa semakin meluas. Selain itu, pihaknya juga akan berupaya untuk terus meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari proyek PLTS Atap ini.

 

“Dengan bisnis model ini, kami akan lanjutkan ke seluruh SPBU kami. Kami akan mulai dari internal market dulu sebagai bentuk komitmen Pertamina tingkatkan bauran energi terbarukan,” jelas Nicke.

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, salah satu sumber energi terbarukan yang cukup besar dimiliki Indonesia adalah energi surya. Tak hanya potensinya tersebar di seluruh wilayah, pengembangan energi surya juga semakin murah dan membutuhkan waktu singkat. Karenanya pihaknya berharap PLTS bisa beri kontribusi signifikan ke bauran energi terbarukan.

 

Dengan pemasangan PLTS Atap di 63 SPBU Pertamina, pihaknya berharap proyek ini bisa diperluas. “Hari ini kita saksikan PLTS Atap di 63 SPBU dengan kapasitas sekitar 300 kilowatt peak (kWp) dan akan ditingkatkan menjadi 643 SPBU di 2021,” ungkapnya.

 

Arifin menambahkan, keberhasilan memasng PLTS Atap di 63 SPBU ini juga dapat memacu Pertamina untuk mengejar target mengoptimalkan pengembangan energi terbarukan di area Pertamina. Apalagi, perseroan hingga kini telah sukses memanfaatkan energi panas bumi, biogas, dan biodiesel.

 

Pembangunan dan pengoperasian PLTS di SPBU tersebut dilakukan oleh Pertamina melalui PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Pertamina Retail bekerja sama dengan PT LEN Industri sebagai bagian dalam program sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). SPBU dengan PLTS Atap ini tersebar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sebanyak 37 titik SPBU, Jawa Tengah sebanyak 11 titik SPBU, dan Jawa Timur sebanyak 15 titik SPBU. Dengan total 1.100 solar panel system (photovoltaics) yang ditempatkan di setiap atap SPBU tersebut, maka dapat menghasilkan kapasitas terpasang sebesar 385 kWp.

 

Mengacu data Kementerian ESDM, kapasitas terpasang PLTS nasional diproyeksikan terus naik setiap tahunnya dari posisi saat ini sebesar 150 MW. Pada tahun depan, kapasitas PLTS ditargetkan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 591 MW. Selanjutnya, kapasitas PLTS terus naik mencapai 1.930 MW pada 2023, dan menyentuh 5.130 MW pada 2025. Bahkan, di 2030, kapasitas PLTS nasional diproyeksikan menembus 11.437 MW. Kapasitas PLTS ini bisa mencapai 17.687 MW di 2035.

 

Dari target 2035 tersebut, kontribusi PLTS Atap juga diproyeksikan terus meningkat. Pengembangan PLTS Atap ini ditargetkan bisa mencapai 2.904 MW, yakni di gedung pemerintah 111,7 MW, bangunan dan fasilitas milik BUMN 1.426 MW, industri dan bisnis 624,2 MW, serta rumah tangga 648,7 MW.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN