Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertashop. Sumber: pertamina.com

Pertashop. Sumber: pertamina.com

Pertamina Tambah 4 SPBU Mini di Pelosok Desa

Retno Ayuningtyas, Jumat, 22 Mei 2020 | 10:48 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) menambah empat unit SPBU berkapasitas kecil atau Pertashop yang tersebar di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil untuk melayani kebutuhan konsumen BBM dan LPG yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. Bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), pembangunan Pertashop guna memperluas pelayanan BBM dan LPG di desa-desa wilayah Indonesia.

Di Banten, Pertashop dioperasikan di Desa Menes, Kabupaten Pandeglang dan Padarincang, Kabupaten Serang. Sementara itu di Jawa Barat, Pertashop terletak di Desa Dayeuhwangi, Majalengka dan Desa Pabean Ilir, Indramayu. Masing-masing Pertashop ini memiliki kapasitas tangki Pertamax hingga 3.000 liter.

Pasokan BBM untuk Pertashop di Banten berasal dari Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tanjung Geram. Selanjutnya, untuk produk BBM di Majalengka dan Indramayu bersumber dari Terminal BBM Terintegrasi Balongan.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami menjelaskan, kehadiran Pertashop sekaligus mendukung program Pertamina One Village One Outlet (OVOO) dalam rangka memastikan pelayanan Pertamina hingga ke pedesaan. Perseroan akan terus memperluas penyediaan atau availability energi nasional.

“Pembangunan Pertashop akan diprioritaskan bagi daerah yang belum terjangkau SPBU dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dalam pengoperasiannya,” kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (22/5).

Dia menjelaskan, Pertashop menjadi alternatif penyediaan BBM terutama bagi masyarakat yang jauh dari SPBU. Seperti di Majalengka, jarak antara Pertashop dengan lokasi SPBU terdekat mencapai lebih dari 12 kilometer (Km).

Tak hanya itu, masyarakat dapat membeli BBM di Pertashop dengan harga, kualitas dan takaran yang sama dengan di SPBU. Saat ini harga Pertamax adalah Rp 9.000 per liter.

Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina mengembangkan skema kerjasama dengan Desa. “Kehadiran Pertashop merupakan alternatif Pertamina untuk memperluas layanan penyaluran BBM dan LPG dengan bekerja sama berbagai pihak dan tetap mempertimbangkan aspek komersial lokasi yang diajukan,” tutur Dewi.

Sebelumnya, bekerja sama dengan Kemendes PDTT dan Kementerian BUMN, Pertamina telah membangun sekitar 30 Pertashop di Jawa Barat. Pertashop ini tersebar di Sukabumi 22 unit, Serang 1 unit, serta di wilayah Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis 7 unit. “Untuk 30 unit ini, Pertamina menggandeng Bumdes (badan usaha milik desa) dan yang dijual Pertalite,” tambah Dewi.

Secara nasional, mengacu data Pertamina, perseroan telah membangun Pertashop sebanyak 55 unit di Jawa pada tahun lalu. Tahun ini, sebelum tambahan 4 Pertashop ini, perseroan telah merealisasikan dua Pertashop di Bali. Sehingga, total telah terdapat 61 Pertashop. Saat ini, perseroan juga tengah menggarap tambahan 20 Pertashop di Jawa. Pertamina menargetkan pembangunan Pertashop di 3.827 kecamatan di seluruh Indonesia.

Pertashop memiliki tiga kategori yakni Gold berkapasitas 400 liter per hari, Platinum 1.000 liter per hari, dan Diamond 3.000 liter per hari. Jika investasi ditanggung desa, keuntungan bersih per bulan yang diperoleh yakni sekitar Rp 3-7,5 juta untuk Gold, Rp 4,75-12,5 juta untuk Platinum, dan Rp 14-28 juta untuk Diamond. Sementara jika investasi oleh Pertamina, perolehan keuntungan per bulannya sekitar Rp 2,5-5,3 juta untuk Gold, Rp 4-8,5 juta untuk Platinum, dan Rp 10,7-19 juta untuk Diamond.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN