Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vice President Technical & Engineering Pertamina Power Indonesia Norman Ginting

Vice President Technical & Engineering Pertamina Power Indonesia Norman Ginting

Pertamina Targetkan Bangun PLTS 500 MW

Kamis, 26 Agustus 2021 | 23:17 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Pertamina Power Indonesia (PPI), Subholding Pertamina New Renewable Energy, menargetkan memiliki total kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya hingga 500 MW dari total potensi 1,5 GW dalam kurun lima tahun ke depan.

Pada 2021, Pertamina Power akan merealisasikan 50 MW PLTS, di antaranya melalui pemasangan PLTS Atap di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Jawa.

Vice President Technical & Engineering Pertamina Power Indonesia Norman Ginting mengatakan, untuk merealisasikan target kapasitas terpasang 50 MW dari PLTS pada 2021, termasuk di SPBU Pulau Jawa, perlu dukungan manufaktur dan EPC lokal.

“PLTS ini tidak hanya digunakan untuk perumahan, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan listrik di sistem LNG Badak, termasuk di Dumai,” kata Norman dalam Webinar SUKSE2S bertajuk Pengembangan PLTS untuk Kemerdekaan Energi; Sampai Kapan Harta Karun Terbesar di Indonesia Disia-siakan?, Kamis (26/8).

Selain Norman, hadir menjadi pembicara dalam webinar yang digelar Editor Energy and Mining Society (E2S) adalah Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Baru Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Chrisnawan Anditya, Wakil Direktur Utama & Group CEO PT Indika Energy Tbk Azis Armand, Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Purnama, Direktur Pengembangan PT Bukit Asam Tbk Fuad IZ Fachroeddin, dan Direktur Utama PT Sky Energy Indonesia Tbk Christoper Liawan.

Mnurut Norman, tantangan pengembangan bisnis PLTS di Indonesia adalah segregated networks, tarif listrik intermitten, grid constrain, dan regulasi.

“Saya juga melihat hal lain, seperti proses perizinan karena ada isu over suplai sehingga BKPM menutup ruang bagi pengembang yang akan membangun PLTS. Hal ini menjadi kendala. Hal-hal seperti ini kita harapkan ada fasilitasi dari pemerintah sehingga bisa dipercepat pengembangannya,” kata dia.

Menurut Chrisnawan, pemanfataan EBT di Indonesia masih rendah. Untuk itu, semua energi terbarukan akan dikembangkan, namun kecepatannya melihat dari teknologi dan competiveness teknologi tersebut.

“Teknologi surya besar tapi utilisasinya kecil. Saat ini kami sedang finalisasi pemuktahiran teknologi EBT, salah satunya surya yang potensinya besar,” kata dia.

Salah satu pertimbangan Kementerian ESDM mendorong PLTS adalah harganya yang terus turun dan animo yang meningkat di tanah air. Untuk itu, regulasi untuk mendukung pengembangan PLTS dipersiapkan. Saat ini regulasi tersebut tingga menunggu selesainya RUPTL

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN