Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pekerja sedang memantau kondisi operasional Kilang Balongan. (sumber : doc Pertamina)

Seorang pekerja sedang memantau kondisi operasional Kilang Balongan. (sumber : doc Pertamina)

Pertamina-Adnoc Kembangkan Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan

Retno Ayuningtyas, Kamis, 16 Januari 2020 | 11:19 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) sepakat menggali lebih lanjut potensi pengembangan Kompleks Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan, Jawa Barat. Keduanya telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada Minggu (12/1).

 

MoU ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Comprehensive Strategic Framework (CSF) yang telah diteken kedua perusahaan pada Juli 2019. CSF ini untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak dan gas, baik di Uni Emirat Arab (UEA), Indonesia, ataupun internasional.

 

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, dari diskusi intensif tersebut, Pertamina dan ADNOC berhasil meningkatkan kesepakatan ke arah yang lebih strategis dan spesifik. Salah satunya untuk mengevaluasi potensi pengembangan komplek pengolahan minyak menjadi petrokimia di Balongan.

 

Sebagai langkah awal, kedua belah pihak akan mempelajari dan mendalami usulan struktur bisnis dan konfigurasi teknis atas pengembangan kilang tersebut. “Pertamina membuka diri untuk strategic partnership,” kata dia dalam keterangan resminya, Rabu (15/1) malam.

 

Menurutnya, potensi kerja sama ini penting karena pengembangan komplek petrokimia ini rencananya akan terintegrasi dengan proyek perbaikan dan peningkatan kapasitas (upgrading) Kilang Balongan. Sehingga, selain akan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), proyek ini juga akan meminimalkan impor produk petrokimia. Pihaknya menargetkan proyek ini dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi serta memenuhi permintaan produk petrokimia dalam dan luar negeri, terutama polyolefin.

 

“Potensi kolaborasi dengan ADNOC akan memperkuat langkah bisnis Pertamina khususnya dalam mengoptimalkan pengembangan kilang petrokimia di Balongan,” tegas Nicke.

 

Dia menjelaskan, ADNOC merupakan mitra strategis potensial yang diperhitungkan Pertamina. Pasalnya, selain berpengalaman mengelola kilang terintegrasi fasilitas petrokimia dengan kapasitas terbesar di Timur Tengah dan terbesar ke-4 di dunia, ADNOC juga memberikan opsi tawaran partisipasi Pertamina di blok produksi migas di UEA. Kerja sama hulu migas ini nantinya akan didiskusikan oleh kedua pihak.

 

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Pertamina dan ADNOC juga menandatangani perjanjian pasokan gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG). Pada tahun ini, ADNOC akan memasok LPG sampai dengan 528 ribu metrik ton untuk Pertamina guna mengamankan kebutuhan LPG dalam negeri.

 

“Transaksi ini juga efektif karena sumbernya langsung dari produsen,” ujar Nicke.

 

ADNOC juga dikenal sebagai salah satu perusahaan migas yang memproduksi LPG terbesar di dunia dengan kapasitas mencapai lebih dari 10 juta metrik ton per tahun untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar internasional.

 

Sementara itu, Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) Sultan Ahmed Al Jaber mengatakan, perjanjian dengan Pertamina akan mendukung ADNOC untuk memperkuat keberadaannya di Indonesia, sebagai salah satu pasar pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara.

 

Kesepakatan yang telah ditandatangani ini juga menunjukkan peluang penciptaan nilai yang inovatif dan hubungan bilateral yang kuat antara UEA dengan Republik Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN