Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Blok Simenggaris yang digarap PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE) dan PT Medco E&P Simenggaris akan memasok gas sebesar 20 MMSCFD untuk kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) skala kecil pertama di Indonesia yang dioperasikan PT Kayan LNG Nusantara. (Doc SKK Migas)

Blok Simenggaris yang digarap PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE) dan PT Medco E&P Simenggaris akan memasok gas sebesar 20 MMSCFD untuk kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) skala kecil pertama di Indonesia yang dioperasikan PT Kayan LNG Nusantara. (Doc SKK Migas)

Pertamina-Medco Simenggaris Pasok Gas Kilang LNG Mini Pertama di Indonesia

Retno Ayuningtyas, Rabu, 20 Mei 2020 | 15:58 WIB

JAKARTA, investor.id – Blok Simenggaris yang digarap PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE) dan PT Medco E&P Simenggaris akan memasok kebutuhan gas untuk kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) skala kecil pertama di Indonesia.

 

Pertamina-Medco telah menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Kayan LNG Nusantara secara virtual, Rabu (20/5). PT Kayan LNG Nusantara merupakan operator dari kilang LNG skala kecil yang terletak di Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

 

Penandatanganan PJBG dilakukan oleh Direktur Utama PT PHE Simenggaris Afif Saifudin selaku, Direktur Utama PT Medco E&P Simenggaris Ronald Gunawan, serta Direktur PT Kayan LNG Nusantara Antony Lesmana. Penandatanganan ini disaksikan oleh Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief S Handoko.

 

Penandatanganan PJBG ini sebuah momen penting karena menjadi yang pertama menggunakan skema bisnis LNG downstream di Indonesia. Nantinya, PT Kayan LNG Nusantara akan membeli gas dari JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris. Selanjutnya, perusahaan akan mejalankan proses likuifaksi gas menjadi LNG dan disimpan dalam LNG isotank untuk dikapalkan langsung menuju offtakers.

 

Menurut Arief, SKK Migas bersama KKKS berkomitmen untuk memprioritaskan pasokan domestik agar gas bisa menjadi modal pembangunan nasional untuk menciptakan nilai tambah di industri downstream yang akan memperbesar dampak multiplier effect yang dihasilkan. “Dengan penandatanganan PJBG ini akan memberikan tambahan pemasukan bagi negara, yang menjadi sangat berarti di tengah kebutuhan anggaran yang besar dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19,” kata dia dalam keterangan resminya, Rabu (20/5).

 

Total volume penjualan gas tersebut sebesar 22 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) dan diperkirakan mulai mengalir pada akhir Desember 2021.

 

“Kami berharap melalui PJBG ini dapat memenuhi kebutuhan domestik untuk kelistrikan dan industri, serta turunan manfaat lainnya,” jelas Direktur PT Kayan LNG Nusantara Antony Lesmana.

 

Terkait pembangunan lokal, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie berharap kerjasama ini menciptakan efek berantai bagi perekonomian di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan, serta Provinsi Kalimantan Utara pada umumnya.

 

Sementara General Manager JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris Budi Prabowo berharap PJBG ini menjadi pionir bagi monetisasi gas di lapangan-lapangan gas di Indonesia yang berukuran marjinal dan terletak di remote area seperti Simenggaris.

 

Kilang mini LNG di Simenggaris juga diharapkan menjadi pool atau hub bagi pengembangan lapangan-lapangan gas lainnya di Kalimantan Utara yang belum termonetisasi agar dapat dikomersialisasikan. Teknologi penyimpanan LNG di Simenggaris dalam LNG Isotank dan kemudian dikapalkan menggunakan barge, diharapkan menjadi pionir bagi skema virtual pipeline distribusi gas di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gas/LNG dalam skala kecil di pulau-pulau terpencil di Indonesia.

 

Sebelumnya, Wilayah Kerja Simenggaris telah memiliki PJBG dengan PLN Kaltim untuk pasokan gas sebanyak 500 ribu kaki kubik per hari untuk memasok kebutuhan kelistrikan di Kabupaten Tana Tidung. Selain itu, Blok Simenggaris juga memiliki kontrak gas sebesar 8 MMSCFD dengan PLN untuk kebutuhan kelistrikan di Kalimantan Utara dan sekitarnya. Sehingga, Blok Simenggaris menjual gas total sebesar 30 MMSCFD.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN