Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertamina. Foto: IST

Pertamina. Foto: IST

Pertamina-PLN Berencana Bentuk Perusahaan Patungan Kelistrikan

Ayu Retnaningtyas, Jumat, 4 Oktober 2019 | 15:03 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) dalam bisnis jasa operasi dan perawatan (operation and maintenance/O&M). Pembentukan JV ini dilakukan oleh anak usaha masing-masing, yakni PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Indonesia Power (IP).

Presiden Direktur PPI Ginanjar menuturkan, bisnis kelistrikan merupakan bisnis dengan teknologi yang sangat mampu ditangani oleh anak bangsa sendiri. Karenanya, sebagai perusahaan nasional, pihaknya selalu berupaya melakukan percepatan proses transformasi teknologi, pengetahuan, dan keterampilan, serta peningkatan keahlian kemampuan agar Indonesia bisa mandiri.

“JV ini nantinya bergerak di bisnis O&M,” kata dia dalam pesan pendeknya kepada Investor Daily, Jumat (4/10).

Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST
Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

Meski demikian, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan PPI dan IP bekerja sama untuk menggarap proyek pembangkit listrik berbasis gas atau gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dan energi baru terbarukan. Namun, kerja sama untuk pengerjaan proyek pembangkit akan dilakukan pembahasan lagi,

“Kami sepakat kalau yang IPP bakal proyek per proyek, karena setiap proyek kan berbeda,” jelas Ginanjar.

Sementara itu, dalam keterangan resmi Pertamina, Direktur Utama IP Ahsin Sidqi menambahkan, IP memiliki pengalaman yang luas dan jam terbang yang tinggi dalam bidang O&M pembangkit listrik. Hal ini tentunya akan memberikan jaminan operasional yang handal dan nilai tambah berupa daya saing bagi proyek-proyek pembangkit yang saat ini sedang dikembangkan oleh PPI, maupun yang akan dikembangkan bersama nantinya.

Bagi IP sendiri, tambahnya, hal ini menjadi ajang untuk mengenalkan keahlian yang sudah dimilikinya. Selain itu, kerja sama ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan keahlian IP di proyek pembangkit dengan skala lebih besar dan teknologi terkini.

Saat ini, PPI tengah mengerjakan sejumlah proyek pembangkit listrik. Di dalam negeri, PPI menggarap pembangkit listrik bertenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa-1 berkapasitas 1.760 megawatt (MW) yang akan mulai beroperasi pada 2021, pembangkit listrik bertenaga surya (PLTS) Badak 4 MW, pembangkit listrik bertenaga biogass (PLTBG) Sei Mangkei 2,4 MW, serta proyek-proyek pembangkit listrik energi terbarukan dan energy creative lainnya, termasuk kendaraan listrik dengan beberapa mitra kelas satu.

Tak hanya itu, PPI kini juga tengah mengembangkan pembangkit listrik di luar negeri, yakni PLTGU Bangladesh 1.200 MW. Sejauh ini, PPI telah memperoleh persetujuan dari Bangladesh Power Development Board (BPDB) untuk pengerjaan proyek pembangkit ini. PPI juga tengah memproses persetujuan dari Perdana Menteri Bangladesh berupa letter of intent (LoI).

Menurut Ginanjar, kerja sama pengelolaan proyek-proyek melalui sinergi kedua anak perusahaan BUMN tersebut bukan hanya memberikan keuntungan dalam pengembangan sumber daya manusia dan keahlian teknologi. Kerja sama ini juga memberikan keuntungan ekonomis yang diciptakan oleh terjadinya Indonesian circulated capital flow, yang pada akhirnya akan memberikan efek ekonomi berantai.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA