Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertamina. Foto: IST

Pertamina. Foto: IST

Pertamina-PLN Kerja Sama Konversi 52 PLTD

Rangga Prakoso, Kamis, 27 Februari 2020 | 18:05 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Pertamina (persero) dan PT PLN (persero) bekerjasama dalam mengkonversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas pada 52 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Kerjasama itu dikukuhkan dalam pokok-pokok kerjasama (Head of Agreement/HoA) yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini di kantor Kementerian ESDM, Kamis sore (27/2/2020).

Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto: IST
Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto: IST

Penandatanganan itu disaksikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial dan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana.

"Baru saja ditandatangani HoA antara Pertamina dan PLN. Ini kerjasama bentuk suplai gas dari Pertamina ke pembangkit PLN yang menggunakan diesel," kata Arifin usai penandatanganan.

Menteri ESDM Arifin Tasrif
Menteri ESDM Arifin Tasrif


Arifin menjelaskan sebanyak 52 PLTD dikonversi menggunakan bahan bakar gas. Program konversi ini ditargetkan rampung dalam dua tahun.

Dia mengungkapkan pada tahun ini sebanyak lima PLTD yang sudah terkonversi. Dia mengungkapkan program konversi ini mampu menghemat biaya operasional PLN mencapai Rp2-3triliun.

"Selain penghematan biaya, juga memberikan dampak emisi yang lebih baik. Ini kontribusi terhadap pengurangan emisi yang juga jadi program kita," jelasnya.

Program konversi ini antara lain dilatarbelakangi oleh kondisi neraca perdagangan minyak dan gas Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas migas minus US$1,18 miliar pada Januari 2020.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, defisit neraca perdagangan harus menjadi perhatian serius," ungkap Arifin.

Nicke Widyawati. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU
Nicke Widyawati. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU


Di tempat yang sama, Nicke mengungkapkan gas yang dipasok mencapai 167 MMBTU untuk kebutuhan pembangkit dengan total daya 1.870 megawatt (MW). Dia mengungkapkan PLTD yang ditargetkan rampung konversi tahun ini berada di Tanjung Selor, Sorong, Jayapura, dan Gilimanuk. "Kami lakukan dalam empat tahap. Semua akan selesai tahun depan," ungkapnya.

Nicke menerangkan Pertamina investasi mencapai US$1,3 miliar dalam program konversi ini. Investasi itu terkait pembangunan fasilitas mini regasifikasi. Sementara PLN tidak perlu mengubah mesin pembangkit lantaran sudah memiliki kemampuan dua bahan bakar (dual fuel).

Sementara itu Zulkifli menambahkan program konversi ini mampu menekan pengadaan BBM sebesar 2,1 juta kilo liter (KL). Namun dia mengungkapkan masih kebutuhan pengadaan BBM sekitar 1 juta KL untuk PLTD yang berada di pulau-pulau terpencil.

"PLN pakai BBM sebanyak 3,1 juta KL. Masih ada 1 juta KL yang pakai BBM. Ini sulit karena itu berada di pulau-pulau kecil. Perlu ada solusi lain untuk konversi," ujarnya.

Zulkifli meminta PLN untuk mengkaji penggunaan energi terbarukan guna mengkonversi PLTD yang berada di daerah terpencil tersebut. Adapun konversi itu bisa menggunakan energi surya maupun biomassa.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN