Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (keenam kanan) berpose bersama Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (ketujuh kanan), CEO B-Universe Rio Abdurachman (tengah), Managing Director B-Universe Apreyvita Wulansari (ketiga kanan), News Gathering Manager B-Universe Fristian Griec (kiri), dan Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu (keempat kiri), serta jajaran redaksi lainnya saat kunjungan media di kantor B-Universe di Jakarta, Rabu 23 November 2022. Dalam kunjungan tersebut, Airlangga Hartarto berkesempatan menjadi narasumber di BTV. (B-Universe Photo/Uthan AR)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (keenam kanan) berpose bersama Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (ketujuh kanan), CEO B-Universe Rio Abdurachman (tengah), Managing Director B-Universe Apreyvita Wulansari (ketiga kanan), News Gathering Manager B-Universe Fristian Griec (kiri), dan Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu (keempat kiri), serta jajaran redaksi lainnya saat kunjungan media di kantor B-Universe di Jakarta, Rabu 23 November 2022. Dalam kunjungan tersebut, Airlangga Hartarto berkesempatan menjadi narasumber di BTV. (B-Universe Photo/Uthan AR)

Pertemuan Jokowi dengan Putin dan Zelenskyy Perkuat Presidensi G20 Indonesia

Kamis, 24 Nov 2022 | 00:08 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy turut memperkuat posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 2022. Ini menunjukkan Indonesia mendengarkan masukan dari seluruh pihak.

“Ini menunjukkan Indonesia mengajak semua berbicara dan inklusif dalam kepemimpinan,” ucap Airlangga dalam program "Obrolan Malam Fristian" di BTV pada Rabu (23/11).

Airlangga mengungkapkan, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Zelenskyy berdampak pada pembukaan akses terhadap Ukraina. Adapun pertemuan Presiden dengan Presiden Putin membahas akses terhadap pupuk

“Dengan dua pertemuan tersebut, negara G7 sangat mengapresiasi. Prinsipnya, kita tidak bisa bicara Ukraina tanpa ada Ukraina, tidak bisa bicara Rusia tidak dengan Rusia,” kata Airlangga.

Advertisement

Konflik antara Rusia dan Ukraina, kata dia, turut berpengaruh ke rantai pasok global yang berdampak pada krisis pangan dan energi. Tidak hanya itu, konflik antara dua negara tersebut juga berdampak pada kerugian finansial.

Airlangga mengatakan, kondisi kerugian finansial bukan hanya karena perang, namun sudah terjadi sejak terjadi pandemi Covid-19. Ini diperburuk oleh negara-negara OPEC yang memotong produksi dua juta barel minyak per hari.

Meskipun terjadi gejolak perekonomian global, Airlangga optimistis, Indonesia masih memiliki perekonomian yang resilien. Hal ini terjadi karena beberapa factor. Pertama, produksi pangan Indonesia relatif baik, yaitu 1 juta ton beras setiap tahun. Kedua, industri pupuk kuat, terlihat pada ekspor urea sebanyak dua juta ton.

“Indonesia masih bisa mendapatkan bahan baku pupuk dari Kanada dan Yordania sebagai alternatif bahan baku dari Belarusia,” kata dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com