Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
DOP PG, Digna Jatiningsih, Komisaris Independen PG, Indira Chunda Thita, Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo (ka-ki) saat melakukan tanam perdana tebu program Makmur sinergi PTPN X dengan Petrokimia Gresik di Mojokerto

DOP PG, Digna Jatiningsih, Komisaris Independen PG, Indira Chunda Thita, Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo (ka-ki) saat melakukan tanam perdana tebu program Makmur sinergi PTPN X dengan Petrokimia Gresik di Mojokerto

DUKUNG SWASEMBADA GULA 2024

Pertrokimia Gresik & PTPN X Kawal Petani Tebu Melalui Program Makmur

Kamis, 9 September 2021 | 13:39 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Petrokimia Gresik bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menggelar tanam perdana komoditas tebu Program Makmur (sebelumnya bernama Agro Solution) di Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/9). Turut Hadir dalam acara tersebut Komisaris Petrokimia Gresik Indira Chunda Thita.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas MoU kerja sama Program Makmur antara Petrokimia Gresik dengan PTPN X, dimana potensi luasan lahan tebu yang akan dikawal mencapai 31.000 Hektar (Ha).

"Ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam mendorong peningkatan produktivitas tanaman tebu di Jawa Timur, mengingat saat ini Jawa Timur menjadi penopang utama tebu nasional sebagai bahan baku gula," ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/9).

Namun di satu sisi, produktivitas tebu dalam negeri saat ini masih belum mencukupi kebutuhan gula nasional karena belum optimalnya pemanfaatan saprodi dan kawalan teknologi oleh petani tebu. Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PTPN X Tuhu Bangun yang menyatakan, PTPN Grup mengemban tugas untuk mewujudkan swasembada gula konsumsi di tahun 2024 mencapai 2,4 juta ton. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah peningkatan produktivitas, sehingga kehadiran Program Makmur ini sangat dibutuhkan.

"Semoga program ini bisa menjadi role model dan dapat dikembangkan di PTPN yang lain," ujar Tuhu.

Melalui kerja sama ini, Petrokimia Gresik akan menjamin penyediaan pupuk non subsidi kepada petani binaan. Untuk musim tanam tebu kali ini, pupuk yang diharapkan petani tebu antara lain NPK Phonska Plus dan ZA non-subsidi.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga akan memberikan kawalan dan analisa uji tanah melalui layanan gratis Mobil Uji Tanah, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Program Makmur sendiri merupakan transformasi dari Program Agro Solution yang diinisiasi Pupuk Indonesia sejak tahun 2020 dan dirilis kembali oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Program ini mencakup berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian. Selain itu juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian, serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.

Melalui program ini, Petrokimia Gresik menciptakan suatu ekosistem yang dapat membantu petani dari hulu hingga hilir, sehingga proses budidaya maupun pemasaran hasil pertanian tidak terhambat. Selain itu juga menggandeng pihak asuransi untuk memberikan jaminan serta perbankan, dalam hal ini BNI, untuk memberikan pendanaan kepada petani atas usaha tani yang dilakukan.

Kepala Kantor Wilayah BNI Jawa Timur Gunawan Putra menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik dan mendukung program ini dari sisi penyediaan pendanaan petani.

"Program Makmur ini adalah wujud sinergi BUMN dan satu kunci sukses untuk bisa bersama-sama meningkatkan taraf hidup petani, meningkatkan produktivitas dan mewujudkan tugas ketahanan pangan nasional," ujar Gunawan.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN