Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kanan atas), Wakil Ketua Umum Kadin Franky Oesman Widjaja (kiri bawah), Dosen FEB UI dan Menkeu  2013-2014 Chatib Basri (kanan bawah), dan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu dalam acara webinar Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021). Acara yang juga diikuti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Ketua MWA UI Saleh Husin, dan Rektor UI Kuncoro tersebut membahas berbagai kemungkinan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kanan atas), Wakil Ketua Umum Kadin Franky Oesman Widjaja (kiri bawah), Dosen FEB UI dan Menkeu 2013-2014 Chatib Basri (kanan bawah), dan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu dalam acara webinar Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021). Acara yang juga diikuti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Ketua MWA UI Saleh Husin, dan Rektor UI Kuncoro tersebut membahas berbagai kemungkinan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Pertumbuhan Ekonomi Domestik Diperkirakan Positif Triwulan I-2021

Rabu, 27 Januari 2021 | 22:38 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan pulih pada triwulan pertama 2021 ini. Hal ini dilihat berdasarkan pola perekonomian yang terjadi sejak triwulan III-2020. Titik terendah perekonomian terjadi pada triwulan II 2020 yang mengalami kontraksi 5,32%. Pada kuartal III kontraksi turun menjadi -3,49%

“Mungkin masih akan negatif di triwulan ke-4. Tetapi kalau tren ini terus berlanjut saya melihat bahwa ada kemungkinan kita akan mencatatkan pertumbuhan positif itu di triwulan pertama 2021,” ucap Ekonom Universitas Indonesia Muhammad Chatib Basri  dalam seminar daring “Covid-19 dan Percepatan pemulihan Ekonomi 2021” yang diselenggarakan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI), Rabu (27/1).

Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).
Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).

Namun pemulihan ini terjadi dengan catatan pemeritah bisa mengatasi permasalahan pandemi Covid-19 di sektor kesehatan. Bila jumlah penderita covid-19 masih meningkat maka laju pertumbuhan ekonomi juga akan semakin terhambat.

“Karena itulah saya katakan bahwa penanganan pandemi itu menjadi kunci.  Kesehatan adalah kunci, tanpa pemulihan kesehatan ekonomi kita tidak akan  bisa pulih,” ucap Chatib.

Menurut Chatib  perekonomian triwulan III 2020 bisa pulih karena pemerintah menangani menggelontorkan dana Rp 203,9 triliun untuk perlindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dr Chatib Basri dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Dr Chatib Basri dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

“Sebagian besar dari stimulus fiskal pemerintah itu adalah bantuan sosial utamanya adalah  BLT (Bantuan Langsung Tunai),” ucap Chatib.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proses pemulihan ekonomi akan dijalankan pada tahun 2021 ini. APBN merupakan salah satu instrumen kebijakan yang sangat penting di dalam rangka untuk menangani pandemi Covid-19 dan sekaligus untuk menangani dampak sosial ekonomi serta untuk memulihkan perekonomian Indonesia.

Menkeu Sri Mulyani dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menkeu Sri Mulyani dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

“Instrumen APBN menjadi instrument yang sangat penting dengan multi obyektif di sisi lain APBN juga mendukung dan melindungi dunia usaha sehingga mereka bisa bertahan dan kembali pulih,” ucap Sri Mulyani.

Pandemi Covid- 19 memang mempengaruhi sangat signifikan baik sisi permintaan maupun penawaran. Oleh  karena itu dibutuhkan kebijakan yang lengkap. sehingga permintaan konsumsi bisa meningkat. Pemerintah juga terus berupaya untuk  meningkatkan kepercayaan sehingga investasi bisa tumbuh. Pada saat yang sama kondisi perekonomian global diharapkan bisa pulih dan ekspor juga bisa meningkat.

“Ke depan kita perlu untuk memulihkan ekonomi dan memang tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah mulai nampak,” ucap  Sri Mulyani.

Ia menuturkan upaya pemulihan yang sudah dijalankan sejak tahun 2020 akan terus akselerasi melalui kebijakan pemulihan ekonomi nasional.  Dari sisi pandemi covid perlu terus ditangani oleh karena itu langkah-langkah seperti disiplin protokol kesehatan harus tetap dilakukan. 

Sementara itu program vaksinasi sudah dimulai dan akan di akselerasi. Dengan disiplin kesehatan dan vaksinasi kita mengharapkan Covid-19 bisa terus dikendalikan dan itu berarti kegiatan masyarakat akan kembali pulih.

“Mobilitas masyarakat akan meningkat dan dengan mobilitas dan kegiatan masyarakat maka kegiatan konsumsi,  investasi ekspor akan bisa berjalan dan itu menjadi kunci pemulihan ekonomi kita,” ucap Sri Mulyani.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech pada acara  webinar Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech pada acara webinar Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi  tahun 2021 akan berada di angka 4,5% sampai 5,5%. Angka ini diperkirakan berdasarkan sejumlah faktor. Salah satunya adalah lancarnya proses vaksinasi sehingga permasalahan kesehatan bisa ditangani.

“Berbagai lembaga sudah mengatakan bahwa pertumbuhan Indonesia di tahun 2021 itu antara 4,4 sampai dengan 4,8%. Indonesia sendiri memperkirakan  4,5 sampai 5,5%,” ucap Airlangga.

Airlangga mengatakan  program vaksinasi terus didorong sebagai penggerak di perekonomian nasional. Pemerintah melihat bahwa sektor-sektor yang penting bagi Indonesia adalah konsumsi, investasi, dan ekspor.

“(Tiga hal) ini menjadi pengungkit perekonomian nasional selain belanja pemerintah,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN