Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diperkirakan Capai 3,5%

Kamis, 9 September 2021 | 15:35 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Mandiri Institute memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 akan berada pada angka 3,5% dan meningkat di kuartal IV-2021 jadi 5,04%. Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 akan berada di angka 3,69%. Kondisi ini akan bergantung pada upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19.

“Ini yang kita  harus antisipasi jadi naik turunnya perekonomian dan kasus covid yang arahnya seharusnya makin lama semakin kecil,” ucap Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam media briefing pada Kamis (9/9).

Saat kasus aktif Covid-19 menurun, maka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan dilonggarkan. Sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian bisa meningkat. Namun bila terjadi kenaikan kasus Covid-19 maka akan ada pengetatan PPKM lagi mobilitas dan perekonomian juga akan kembali terkontraksi, Presiden Joko Widodo sendiri sudah mengatakan agar seluruh pihak bersiap dari kondisi pandemi menjadi endemi.

“Harapan kami  volatilitasnya tidak setinggi ini lagi, arahnya makin lama (volatilitas) makin turun,” ucap Andry.

Dia mengatakan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan meningkatkan vaksinasi akan  mengurangi keparahan dari orang-orang yang positif Covid-19. Sehingga tidak terjadi pembatasan dalam jumlah besar

“Ini yang menjadi support perekonomian ke depan,  Walaupun kegiatan ekonomi sudah dilonggarkan namun tetap diimbangi dengan penerapan prokes dan  vaksinasi,” ucapnya.

Dari kajian yang dilakukan Mandiri Institute menunjukan sudah terjadi peningkatan aktivitas masyarakat. Khususnya pada akhir Agustus lalu sejak PPKM dilonggarkan. Hal ini akan berdampak pada komponen konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang terbesar perekonomian domestik.

“Kami tekankan dari sisi konsumsi, karena Indonesia mayoritas dari sisi konsumsi dulu. Kontribusinya paling besar dari konsumsi,” ucapnya.

Head Of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono
Head Of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono

Sementara itu, Head Of Mandiri Institute  Teguh Yudo Wicaksono mengatakan belanja dari  kelompok kelas menengah terus mengalami kenaikan. Kondisi belanja masyarakat kelas menengah per 29 Agustus 2021 hingga 4 September 2021 sudah kembali ke level sebelum kebijakan PPKM Darurat dijalankan.

“Kenapa kelas menengah ini penting untuk kita amati karena memang kalau dari sisi kontribusi dari data kami spending dari kelas menengah ini 50%.  Ini yang menjadi hal  penting pemulihan dari belanja menjadi sangat urgent,” ucap Teguh Yudo.

Dia mengatakan dengan kondisi belanja kelas menengah yang sudah mulai normal, belanja kebutuhan sekunder juga mengalami peningkatan. Kunjungan ke restoran dan pusat perbelanjaan juga sudah meningkat.

“Biasanya belanja yang terkait dengan  fashion juga kebutuhan tersier lainnya sangat sensitif terkait kebijakan WFH dan juga di akhir agustus sebetulnya pemerintah sudah mulai  melonggarkan kebijakan operasional di mall. Ini yang mendorong belanja di department store untuk naik di Agustus,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN