Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BUDI WASESO, Direktur Utama Perum Bulog. Foto:  Investor Daily/EMRAL

BUDI WASESO, Direktur Utama Perum Bulog. Foto: Investor Daily/EMRAL

HPN 2020.

Perum Bulog Berkomitmen Cegah Stunting Melalui Beras Fortifikasi

Ridho Syukra, Minggu, 9 Februari 2020 | 12:28 WIB

BANJARMASIN, investor.id - Perum Bulog mendukung penuh rencana Pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui percepatan pencegahan stunting dan program percepatan perbaikan gizi masyarakat melalui penyediaan pangan sehat yaitu beras berfortifikasi (bervitamin).

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 di Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin, Sabtu (8/2/2020).

Perum Bulog dan PWI sepakat menandatangani MoU yang mendorong peningkatan kompetensi wartawan disaksikan Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Perum Bulog dan PWI sepakat menandatangani MoU yang mendorong peningkatan kompetensi wartawan disaksikan Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Budi mengatakan Perum Bulog siap bekerjasama dengan semua pihak baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memberikan layanan pangan yang bisa menambah gizi bagi masyarakat.

Beras fortikasi dapat menjadi jembatan integrasi kebijakan antar program pemerintah sehingga dapat mengurangi serta menangani stunting dan anemia.

Stunting merupakan ancaman terbesar karena bisa merusak masa depan bangsa. Oleh karena itu, tandas Buwas, generasi muda Indonesia harus bebas dari yang namanya stunting.

Terkait hal itu, integrasi program meliputi Kartu Sembako, pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan program pangan lainnya harus dilakukan.

“Dengan integrasi kebijakan yang sudah ada diharapkan dapat menghasilkan SDM berkualitas dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan bangsa yang kreatif dan produktif,” ujar dia dalam keterangan persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Minggu (9/2).

Dirut Perum Bulog Budi Waseso meninjau pasar beras. Foto: IST
Dirut Perum Bulog Budi Waseso meninjau pasar beras. Foto: IST

Beras fortifikasi atau beras bervitamin yang akan disalurkan oleh Bulog merupakan beras sehat dengan beberapa mikronutrien seperti Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Asam Folat, Vitamin B12, Zat Besi.

Bulog ingin membangun kesamaan visi tentang beras fortifikasi dimana istilah fortifikasi bukan sesuatu yang baru di Indonesia.

Pada tahun 1996, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah berhasil mengatasi masalah penyakit gondok melalui kebijakan yang mewajibkan fortifikasi garam dengan iodium.

Pada 2003, pemerintah juga telah mewajibkan fortifikasi tepung terigu dengan enam jenis vitamin dan mineral, fortifikasi minyak goreng dengan vitamin A juga sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.

“Terkait dengan tugas Bulog untuk mendukung program pemerintah dalam intervensi gizi sensitif maka penyaluran beras fortifikasi penting dilakukan,” tutup Budi Waseso.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN