Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perum Perumnas akan Lunasi MTN Rp 350 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2020 | 16:45 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Perum Perumnas akan melunasi Medium Term Notes (MTN) yang jatuh tempo pada November 2020 sebesar Rp 350 miliar. Pelunasan MTN ini merupakan prioritas Perumnas dalam waktu dekat.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Perum Perumnas memiliki medium term notes (MTN) XI 2019 seri A senilai Rp 150 miliar dan seri B senilai Rp 200 miliar, dimana keduanya akan jatuh tempo pada November 2020.

“Kami sudah menyiapkan pembayaran MTN tersebut. Kami selalu berkomitmen dalam melunasi setiap MTN yang jatuh tempo tanpa terkecuali, karena ini merupakan reputasi Perumnas di mata investor,” kata Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro.

Ia mengatakan, pandemi Covid-19 memang memukul hampir di semua sektor bisnis di Indonesia. Meski begitu, Perumnas sendiri telah menyiapkan beragam strategi untuk tetap berkonstribusi bagi perekonomian Indonesia. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pun menaikkan peringkat korporasi Perumnas menjadi idBBB- dengan outlook atau prospek negative pada Mei setelah Perumnas melunasi MTN 1/2017 seri A.

Pada tahun ini, Perumnas akan menggenjot kinerja di lebih dari 25 proyek dengan mayoritas memiliki konsep rumah tapak. “Dari proyek-proyek tersebut setidaknya secara unit jual kami dapat mengantongi lebih dari 70% penjualan dari yang telah ditargetkan. Kami lebih berfokus pada proyek-proyek yang memiliki minat pasar yang tinggi dengan struktur biaya yang rendah. Hal ini terdapat pada konsep rumah tapak dan kami agresif di sisi itu,” paparnya.

Selain itu, Perumnas melakukan beragam efisiensi di internal dan juga di sisi penjualan. “Kami melakukan pendekatan secara kolektif dengan semakin gencar menangkap peluang pasar secara korporasi melalui metode bulksales dan club deal. Kemudian kami juga menjajaki kerja sama dengan BP Tapera untuk memperluas potensi pasar subsidi Perumnas, karena setiap proyek Perumnas sekitar 20% dipastikan menghasilkan produk tipe subsidi, ini harus cepat terserap ke pasar,” tambahnya.

Untuk konsep penjualan dengan pendekatan kolektif, Perumnas melihat lebih efektif diterapkan. Sebagai contoh untuk kerja sama Perumnas dengan BPK pada konsep tersebut mampu mengantongi pesanan di sekitar 500 unit rumah untuk tipe rumah 36 dan 45 di salah satu proyek Perumnas yaitu Samesta Parayasa di Bogor. Secara total kawasan, jumlah pesanan tersebut sudah menghabiskan seperempat dari total yang ditawarkan. “Inisiasi seperti inilah yang kami terus garap kedepannya, tegasnya.

Di lain sisi, Rp 650 miliar yang rencananya didapat Perumnas dari instrumen Penanaman Modal Negara (PMN) akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas perusahan melalui percepatan pembangunan proyek Perumnas dengan tujuan akhir mengurangi angka backlog di Indonesia.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN