Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi meresmikan PG Bombana di Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Foto:Humas Barata Indonesia

Presiden Jokowi meresmikan PG Bombana di Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Foto:Humas Barata Indonesia

PG Bombana Bisa Jadi Solusi Atasi Kelangkaan Gula

Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:48 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id -Pabrik gula ( PG) di Sulawesi Tenggara.yang Kamis (22/10/2020) diresmikan Presiden Joko Widodo merupakan pabrik gula dengan kapasitas terbesar di Indonesia. PG ini pun bisa menjadi salah satu solusi atasi kelangkaan gula di dalam negeri.

Direktur Pemasaran Barata Indonesia, Sulistyo Handoko, menjelaskan bahwa PG milik PT Prima Alam Gemilang dan dikerjakan oleh PT Barata Indonesia (Persero) sejak 2016 itu kini telah memasuki tahap produksi. PG ini berkapasitas produksi sebanyak 12.000 ton cane per day (TCD) dan didukung dengan sumber bahan baku area tebu inti plasma sebesar 22.797 hektar.

“Penyelesaian pembangunan Pabrik Gula ini merupakan komitmen Barata Indonesia dalam mendukung swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah dan kami berharap hal ini dapat mendorong multiplier effect ekonomi bagi seluruh pihak," tutur Sulis, Kamis (22/10/2020).

Presiden Jokowi meresmikan PG Bombana di Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Foto:Humas Barata Indonesia
Presiden Jokowi meresmikan PG Bombana di Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Foto:Humas Barata Indonesia

Lebih lanjut, ia memaparkan, industri gula nasional sangat berpeluang menjadi penopang swasembada pangan setelah swasembada beras. Untuk itu Barata Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya percepatan kemandirian industri gula dalam negeri melalui komitmen penggunaan lokal konten yang tinggi.

Sulis berharap penyelesaian pekerjaan ini sekaligus menguatkan positioning perusahaan sebagai solution provider bagi proyek industri agro tanah air khususnya industri gula dalam rangka mengatasi tantangan kelangkaan komoditas gula produksi dalam negeri.

Presiden Jokowi meresmikan PG Bombana di Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Foto:Humas Barata Indonesia
Presiden Jokowi meresmikan PG Bombana di Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Foto:Humas Barata Indonesia

Dalam kunjungannya Presiden Jokowi melihat alur proses produksi gula kristal putih yang sudah terkoneksi dengan teknologi canggih yang didukung automatisasi sehingga menjadikan proses produksi lebih efektif dan efisien. Hal ini sesuai dengan implementasi program Industri 4.0.

PG Bombana berhasil menghasilkan produk dengan incumsa di bawah 100 UI dan total Losis dibawah 1,8 pol gula.

Dengan kapasitas produksi tersebut, perseroan berharap keberadaan PG Bombana dapat memberikan dampak ekonomi dan nilai tambah sebagai rantai nilai (value chain) yang terintegrasi dengan program pemerintah daerah khususnya dalam rangka memenuhi kuota gula bagi Indonesia bagian timur.

Presiden Jokowi meresmikan PG Bombana di Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Foto:Humas Barata Indonesia
Presiden Jokowi meresmikan PG Bombana di Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Foto:Humas Barata Indonesia

Kiprah Barata Indonesia dalam pembangunan Pabrik Gula tanah air sepanjang 2020 diantaranya PG Asembagus Situbondo (kapasitas 6000 TCD), PG Rendeng Kudus (kapasitas 4000 TCD) dan revitalisasi PG Gempolkrep Mojokerto (kapasitas 8000 TCD) yang saat ini memasuki tahap commisioning.

Selain pabrik gula, Barata Indonesia juga memiliki kapabilitas untuk membangun pabrik sagu, bioetanol, dan kelapa sawit.

Sulis menambahkan, Barata Indonesia berharap kontribusi perseroan dalam berbagai proyek pabrik gula di tanah air ini dapat meningkatkan nilai tambah yang bisa dihasilkan di dalam negeri.

"Sehingga mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada gula serta tercipatanya kemandirian industri manufaktur tanah air," katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN