Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PGN mengembangkan Terminal LNG Teluk Lamong, Jawa Timur.

PGN mengembangkan Terminal LNG Teluk Lamong, Jawa Timur.

PGN Ekspansi Bisnis LNG ke Tiongkok

Retno Ayuningtyas, Rabu, 13 November 2019 | 10:27 WIB

 

JAKARTA, investor.id - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk terus memperluas bisnis gas alam cairnya (liquefied natural gas/LNG) ke luar negeri, kali ini ke Tiongkok. PGN akan memasok LNG ke perusahaan migas pelat merah Tiongkok, Sinopec Corp, mulai 2020.

 

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Muktar mengatakan, untuk merealisasikan pasokan LNG ini, PGN dan Sinopec telah menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG). Berdasarkan perjanjian ini, PGN akan menjual LNG ke Sinopec mulai tahun depan.

 

“Sinopec request untuk tahun 2020 minimal [pasokan] 6 cargo. Kargo pertama diminta [dikirim] awal Januari 2020,” kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (12/11).

 

Dia menjelaskan, PGN masuk ke Tiongkok lantaran negara tersebut memiliki potensi besar untuk berbagai peluang bisnis, salah satunya energi. Berdasarkan kebutuhan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, impor energi tidak dapat terelakkan. Tiongkok membutuhkan sumber energi global untuk mengisi kesenjangan antara produksi energi dengan konsumsi yang meningkat. 

 

Apalagi, tambahnya, Sinopec merupakan salah satu perusahaan energi terbesar di Tiongkok. Pihaknya berharap penandatanganan PJBG bisa menjadi awal kolaborasi ke depan dengan perusahaan migas nasional Tiongkok itu. “Harapannya, kami bisa mengeksplorasi potensi penjualan LNG dan pengembangan infrastruktur LNG secara lebih jauh dengan kesempatan ini, dari mulai terminal, skala-skala kecil, bungker, dan sebagainya,” tutur Syahrial.

 

Terkait pasokan LNG yang dijual ke Tiongkok, lanjut Syahrial, tidak selalu dari sumber dalam negeri. PGN juga dapat mengirimkan pasokan LNG ini dari sumber di luar negeri. Sehingga, ekspansi bisnis ke luar negeri ini tidak akan mengganggu pasokan gas di dalam negeri.

 

“PGN dapat membantu penjualan portofolio LNG yang dimiliki Pertamina dan menjalankan peran PGN sebagai sub holding gas,” ujarnya.

 

Berdasarkan catatan Investor Daily, Pertamina sebelumnya telah meneken tiga kontrak impor LNG. Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan anak usaha Cheniere Energy Inc yakni Corpus Christi Liquefaction Liability Company untuk memasok 0,76 juta ton per tahun LNG mulai 2019 selama 20 tahun. Pertamina juga sudah berkontrak dengan Cheniere Energy dengan volume yang sama namun dimulai pada 2018 dengan durasi 20 tahun.

 

Kemudian, Pertamina telah berkontrak dengan Woodside dengan volume sekitar 0,6 juta ton per tahun yang bisa ditingkatkan menjadi 1,1 juta ton per tahun. Pasokan 0,6 juta ton per tahun mulai dikirim 2022-2034 dan bisa ditingkatkan menjadi 1,1 juta ton per tahun pada 2024-2038. Terakhir, perseroan memiliki kesepakatan (head of agreement/HoA) dengan ExxonMobil untuk pasokan sebanyak 1 juta ton per tahun selama 20 tahun mulai 2025. 

 

Selain Tiongkok, PGN sebelumnya telah menyampaikan Letter of Intent kepada entitas Filipina guna menjajaki kerja sama komersialisasi LNG di Filipina. Direktur Utama PGN Gigih Prakoso sempat menjelaskan, untuk menggarap bisnis gas di Filipina, perusahaan akan menggandeng mitra, baik lokal Filipina maupun pemain LNG global. Dijelaskannya, kerja sama ini penting untuk membagi beban investasi dan risiko bisnis.

 

“Di Filipina, PGN telah mengirimkan Letter of Intent (LoI) dan kini pada tahap diskusi untuk dapat difinalisasi,” kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA