Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PGN akan mengelola bisnis gas bumi secara terintegrasi pada jaringan gas konvesional termasuk non pipa CNG dan LNG.

PGN akan mengelola bisnis gas bumi secara terintegrasi pada jaringan gas konvesional termasuk non pipa CNG dan LNG.

PGN Tambah Pasokan Gas ke Kilang Balongan

Ayu Retnaningtyas, Kamis, 13 Februari 2020 | 15:11 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk akan menambah pasokan gas untuk Kilang Balongan milik PT Pertamina (Persero) sebesar 10-15 miliar british thermal unit per hari (billion british thermal unit per day/BBTUD). Pemanfaatan gas bumi untuk Kilang Balongan ini meningkatkan utilisasi gas bumi, optimasi biaya operasi kilang maupun pemanfaatan LPG yang lebih tepat guna.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2016, Kilang Balongan menjadi prioritas untuk dipenuhi kebutuhan gasnya, sehingga pasokan gas dari Pertamina Grup akan diprioritaskan untuk kilang tersebut. Dalam proyek ini, Pertamina akan menggandeng PGN sebagai subholding gas untuk penyaluran gasnya. Saat ini terdapat kebutuhan tambahan gas untuk Kilang Balongan sebesar 10-15 BBTUD.
“Penyaluran gas bumi ke kilang Pertamina Balongan merupakan salah satu proyek strategis PGN dalam rangka konversi bahan bakar minyak dan LPG menjadi gas bumi,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterangan resminya, Rabu (12/02).

Secara total Kilang Balongan membutuhkan pasokan gas sekitar 40 BBTUD. Sementara pasokan gas dari PGN melalui PT Pertagas saat ini sebesar BBTUD. Dengan proyek pengalihan penyaluran gas, hal ini dapat mengefisiensi penggunaan energi. Pasalnya, pasokan gas ini akan menggantikan BBM maupun LPG yang selama ini menjadi bahan bakar kilang.

Rachmat menambahkan, Kilang Balongan merupakan kilang yang telah menerapkan teknologi terkini, sehingga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Kilang ini juga mempunyai nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.

“Dengan demikian, PGN yakin dengan pasokan gas yang handal, maka Kilang Balongan dapat beroperasi secara optimal dan efisien,” tutur Rachmat.
Menurut Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, optimalisasi penyaluran pasokan gas ke Kilang Balongan dapat meningkatkan manfaat bagi Pertamina Group sebesar US$ 57 juta per tahun. “Hal ini juga sejalan dengan rencana strategis PGN salah satunya adalah program Refinery Development Master Plan (RDMP‎) untuk mencapai efisiensi energi kilang Pertamina,” ungkapnya.

Total, PGN akan memenuhi kebutuhan gas untuk lima kilang dengan total volume penyaluran jangka pendek sebesar 90 BBTUD atau setara dengan 16,4 ribu barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD).
Kilang Balongan merupakan kilang minyak Pertamina yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat. Adapun kegiatan usaha utamanya adalah mengolah minyak mentah menjadi produk-produk BBM, non BBM, dan Petrokimia. Produk unggulan Kilang Balongan antara lain bensin, minyak tanah, industrial diesel fuel, propylene, LPG, decant oil, dan fuel oil.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN