Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gigih Prakoso, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Foto: Investor Daily/IST

Gigih Prakoso, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Foto: Investor Daily/IST

PGN Tidak Menyesuaikan Harga Gas kepada Pelanggan

Nurjoni, Senin, 23 Desember 2019 | 19:07 WIB

JAKARTA, investor.id -- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk tidak dalam posisi sedang berusaha menaikkan harga gas kepada industri. Perusahaan gas milik negara itu tetap mempertahankan harga yang ada sesuai kontrak. PGN sepenuhnya mematuhi instruksi Presiden Jokowi agar semua pihak berusaha meningkatkan daya saing industri nasional.

Demikian dikemukakan Dirut PT PGN Tbk Gigih Prakoso, Senin (23//12/2019). Ia menanggapi pemberitaan Harian Investor Daily halaman 5, edisi 23 Desember 2019 berjudul "Industri Minta PGN Hentikan Usaha Menaikkan Harga Gas". Dia menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen mengembangkan infrastruktur dan meningkatkan utilisasi gas bumi domestik di tengah tantangan bisnis hilir gas bumi, kondisi perekonomian nasional dan global. Diharapkan, kondisi ekonomi segera membaik.

Saat ini, kata Gigih, PGN tidak melakukan penyesuaian harga gas bumi kepada para pelanggan sebagaimana instruksi Presiden RI. PGN sepenuhnya komit terhadap instruksi Presiden untuk mempertahankan daya saing industri nasional.

Sebagai bagian dari sektor industri migas, demikian Gigih, PGN mempunyai tanggung jawab untuk menyerap hasil produksi gas bumi nasional secara optimal yang tentunya akan memberikan dampak terhadap peningkatan PNBP dan memperluas pemanfaatan gas bumi yang membutuhkan penambahan infrastruktur gas bumi yang massif. Ini semua dimaksudkan agar pelayanan PGN mampu menjangkau wilayah-wilayah baru, terutama penggunaan gas bumi bagi masyarakat melalui Jargas rumah tangga/pelanggam kecil termasuk membuka pusat industri baru di dalam negeri. Menciptakan pusat ekonomi baru sejalan dengan program Pemerintah RI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Tugas yang dilakukan oleh PGN merupakan amanah pemerintah. PGN harus mampu meningkatkan daya tarik investasi di sektor hilir agar menarik bagi investor.

Saat ini, kata Gigih, PGN menawarkan ketentuan pembelian khusus kepada masing-masing pelanggan sektor industri dan komersial yang merupakan peningkatan dari kontrak penyaluran gas bumi saat ini. Tidak sedikit pelanggan industri dan komersial yang membutuhkan ketentuan khusus dalam menggunakan gas bumi. Kementan itu dapat berupa fleksibilitas, kekhususan secara teknis & operasi, keandalan, termasuk aspek pembayaran, yang pada akhirnya mampu meningkatkan pemanfaatan gas bumi sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan.

Penawaran ketentuan khusus ini bersifat sukarela, tidak dipaksakan. Semuanya akan tergantung pada konfirmasi pelanggan sendiri sesuai kebutuhannya dengan tetap mempertimbangkan prinsip keadilan bagi seluruh pelanggan PGN.

PGN memastikan pelanggan tetap mendapatkan penyaluran gas sesuai ketentuan dalam kontrak yang berlangsung, sehingga apabila pelanggan tidak mengkonfirmasi penawaran ketentuan pembelian khusus tersebut, maka hal tersebut tidak akan mengurangi segala hak yang diterima oleh pelanggan. "Mereka masih akan tetap menjadi pelanggan gas PGN esuai ketentuan dalam kontrak penyaluran gas eksisting," kata Gigih.

Upaya tersebut tentunya sejalan dengan semangat energi berkeadilan, peningkatan kehandalan pasokan gas, kesinambungan pembangunan infrastruktur, dan penyerapan secara optimal produksi gas bumi domestik. Upaya ini juga penting untuk mengurangi beban subsidi energi negara, termasuk bagian dalam upaya menekan defisit neraca migas sesuai instruksi Presiden RI.

"PGN senantiasa berusaha agar pengelolaan gas bumi dilaksanakan secara efisien dan sesuai dengan koridor regulasi yang ditetapkan pemerintah," ujar Gigih. Apabila terdapat informasi mengenai penyesuaian harga gas bumi untuk sektor industri dan komersial yang dilayani oleh PGN, diharapkan publik dapat mengomunikasikan secara langsung kepada PGN. Langkah itu penting untuk menghindari informasi yang kontraproduktif terhadap upaya menjaga penyaluran gas bumi kepada pelanggan.

Guna menciptakan ketahanan energi, PGN akan bekerja sama dengan seluruh stakeholder. Termasuk kerja sama stakeholder di bidang hulu. Perencanaan segitiga utilisasi gas bumi-- yaitu ketersediaan pasokan gas bumi, pembangunan infrastruktur, dan perencanaan pasar gas bumi yang holistik dan sinergis--, akan berdampak kepada peraturan gas bumi yang semakin efektif dan efisien.

PGN terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, khususnya pelanggan industri sebagai lokomotif perekonomian nasional. Seperti yang beberapa kali terjadi sejak tujuh tahun lalu, baik Sumatera Tengah dan Jawa Timur, PGN beberapa kali mengalami permasalahan gangguan pasokan gas bumi. Namun PGN mengambil langkah sigap untuk mengganti pasokan gas dari LNG dengan memanfaatkan fasilitas terminal LNG di Lampung. Ketahanan pasokan gas melalui jalur SSWJ tetap stabil dan tidak mengganggu operasional dan pemenuhan kebutuhan energi industri.

Selama ini, kata Gigih, jaringan SSWJ mendapat pasokan gas dari berbagai sumber seperti Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, ConocoPhilips, Pagardewa dan LNG. Total pasokannya mencapai lebih dari 500 mmscfd.

Untuk mengantisipasi peningkatan pertumbuhan gas bumi di Jawa Timur, PGN sedang dalam proses penyelesaian pembangunan LNG Terminal di Teluk Lamong, Surabaya. Diharapkan, selain ketahanan pasokan gas bagi industri, PGN juga berupaya untuk pengembangan serta meningkatkan daya saing kawasan industri di wilayah baru yang belum terjangkau infrastruktur pipa dan energi gas bumi dengan kapasitas 10 bbtud.

Pembangunan LNG Terminal ini terbagi dalam tiga fase dan ditargetkan rampung pada tahun 2023. LNG Terminal ini diharapkan dapat berkembang untuk memenuhi semua kebutuhan gas di Jawa Timur sebesar 600 MMSCFD. Dalam pembangunan, PGN akan bersinergi dengan Pelindo III. Sedangkan dalam pemanfaatan, PGN akan bersinergi dengan PKG dan PLN.

PGN terus berupaya untuk mencapai target bauran energi pada 2024. Sesuai rencana hingga 2024, PGN akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 km dan 500 km.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA