Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pimpinan konfederasi buruh melakukan audiensi dengan 150 anggota DPR fraksi Partai Golkar di gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/2).

Sejumlah pimpinan konfederasi buruh melakukan audiensi dengan 150 anggota DPR fraksi Partai Golkar di gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/2).

Pimpinan Buruh Bahas Omnibus Law Ciptaker Bersama Fraksi Partai Golkar

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 26 Februari 2020 | 23:59 WIB

JAKARTA, investor.id - Sejumlah pimpinan konfederasi buruh melakukan audiensi dengan 150 anggota DPR fraksi Partai Golkar di gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/2). Hal ini dilakukan sebagai bentuk komunikasi dengan partai politik untuk membahas draf rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan.

Tokoh buruh yang hadir di antaranya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban, dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, dalam pertemuan tersebut ditegaskan buruh siap berdialog dengan DPR untuk membahas Omnibus Law Cipta Kerja. Namun, kata Andi Gani, apabila perjuangan melalui parlemen tak mendapatkan titik temu maka buruh akan kembali berdemonstrasi.

"Dengan kehadiran kami ke DPR hari ini tentu membuktikan siap melakukan pembahasan terbuka dengan semua stakeholders. Tapi, jika kepentingan buruh ditinggal, kami siap melakukan aksi damai besar-besaran," ungkap Andi Gani kepada wartawan, Rabu (26/2).

Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal mengharapkan, DPR bisa melihat secara jernih isi dari Omnibus Law klaster ketenagakerjaan. Iqbal mengatakan, KSPI masih percaya bahwa partai-partai politik yang ada di DPR masih memiliki hati nurani sehingga tak meloloskan poin-poin dalam RUU Cipta Kerja yang mungkin bisa merugikan kelas pekerja.

"Pendekatan-pendekatan kami kepada anggota DPR, karena mereka masih punya hati nurani dan pikiran yang jernih," katanya.

Turut hadir dalam audiensi antara pimpinan buruh dan fraksi Partai Golkar ini juga, antara lain Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani, dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN