Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Listrik PLN

Pembangkit Listrik PLN

Pinjaman ADB $600 Juta Dukung Layanan Listrik Berkelanjutan dan Andal di Jawa Bagian Barat dan Tengah

Selasa, 14 Desember 2021 | 15:53 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

MANILA, investor.id — Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui pinjaman berbasis hasil senilai $600 juta untuk membantu BUMN Perusahaan Listrik Negara (PLN) meningkatkan keandalan dan ketangguhan layanan listrik di bagian barat dan tengah Pulau Jawa, wilayah yang dihuni sekitar 112 juta jiwa, sambil turut mendorong penggunaan energi bersih.

Program Akses Energi Berkelanjutan dan Andal (Sustainable and Reliable Energy Access Program) akan merehabilitasi, memperkuat, dan memperluas jaringan listrik PLN, serta mendorong penggunaan energi bersih. Program ini juga akan meningkatkan manajemen limbah dan manajemen aset PLN, pengadaan, serta pendidikan masyarakat. Program ini akan memberi manfaat bagi lima provinsi: Banten, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan DI Jogjakarta.

“Program ini akan meningkatkan akses ke energi berkelanjutan dan andal di kawasan barat dan tengah Pulau Jawa, wilayah yang dihuni 41% penduduk Indonesia, termasuk sekitar 30 juta warga miskin atau yang hidup dekat garis kemiskinan,” kata Daniel Miller, Spesialis Keuangan Senior ADB, seperti dikutip situs resmi www.adb.org.

Disebutkan, program ini akan meningkatkan kualitas hidup, mendukung terselenggaranya layanan publik yang penting, serta menciptakan pekerjaan. Program akan mempercepat pemulihan ekonomi di Pulau Jawa dan membantu mengubah daerah-daerah miskin menjadi mesin pertumbuhan melalui agro-industri, pariwisata, dan UMK.

Pulau Jawa sebagai kawasan ekonomi utama Indonesia telah berhasil mencapai akses listrik universal, tetapi pertumbuhan ekonominya masih terkendala oleh gangguan listrik dan kebocoran listrik. Agar mampu mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan lebih tinggi, Pulau Jawa akan memerlukan listrik sebanyak 259 terawatt-jam pada 2030, atau 66,4% dari proyeksi kebutuhan listrik di Indonesia. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan penguatan jaringan listrik Pulau Jawa dan transisi menuju ekonomi rendah karbon, serta kapasitas untuk mengintegrasikan lebih banyak energi terbarukan ke dalam jaringan.

Pinjaman tersebut, dengan jaminan dari Pemerintah Indonesia, akan meningkatkan jalur transmisi PLN, otomatisasi jaringan listrik, dan fasilitas penyimpanan limbah berbahaya. Pinjaman ini juga memperkuat proses bisnis digitalisasi PLN, seperti e-procurement dan mendukung pemasangan lebih banyak stasiun pengisian bagi kendaraan listrik.

Program ini akan bermanfaat bagi perempuan dan anak perempuan, yang menanggung beban tanggung jawab rumah tangga, dengan memperbesar partisipasi mereka dalam kegiatan yang bergantung pada energi dan meningkatkan pendapatan, seperti produksi barang lokal, pengolahan pertanian, dan pariwisata.

Selain itu, ADB akan mengelola hibah senilai $500.000 dari Republik Korea, yaitu Dana e-Asia dan Kemitraan Pengetahuan (e-Asia and Knowledge Partnership Fund), untuk program ini. Bantuan teknis akan mendanai pelatihan staf PLN dalam teknologi yang sedang berkembang pesat, termasuk perencanaan dan otomatisasi sistem jaringan listrik, pengoperasian jaringan listrik dengan kapasitas pembangkitan listrik terbarukan yang makin besar, layanan pengisian daya kendaraan listrik, dan sistem penyimpanan energi skala utilitas.

 

Kemitraan negara ADB untuk Indonesia 2020–2024 difokuskan untuk meningkatkan pemulihan ekonomi Indonesia melalui infrastruktur energi yang berkelanjutan dan tangguh. Melalui pinjaman berbasis hasil, penyaluran dana dikaitkan dengan pencapaian hasil program untuk mendorong akuntabilitas dan efektivitas reformasi pemerintah, dengan membangun sistem insentif untuk berbagai capaian yang berkelanjutan.

 

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota—49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN