Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PLTU Paiton di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Foto:Istimewa

PLTU Paiton di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Foto:Istimewa

PJB Implementasikan Re-Forge untuk Pembangkit Skala Kecil

Senin, 15 Juni 2020 | 22:05 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) mengimplemantasikan konsep Reliable And Efficient Powerplant Management (Re-Forge) untuk menjawab tuntutan dalam pengelolaan pembangkit di bisnis ketenagalistrikan agar lebih kompetitif, mulai dari peningkatan kinerja pembangkit hingga biaya pokok produksi dengan.

Re-Forge adalah konsep kustomisasi pengelolaan pembangkit untuk unit pembangkit dengan kapasitas yang relatif kecil (<50 MW) sebagai bagian dari Standardisasi Produk 2.0.

Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara mengatakan, Re-Forge tidak hanya menjadi jawaban terhadap tantangan yang ada, namun juga menjadi salah satu cara dalam menyelaraskan program dengan Strategic Inisiative Grand Strategy (SIGS) PJB yang akan diangkat selama lima tahun ke depan.

“Dimana salah satunya merujuk pada rencana implementasi digitalisasi monitoring dan evaluasi untuk semua pembangkit PJB (existing dan UBJOM) dan IPP," kata Iwan, Senin (15/6/2020).

PLTU Tembilahan menjadi unit yang pertama kali mengimplementasikan Re-Forge dan sekaligus sebagai pilot project. Peresmian implementasi Re-Forge PLTU Tembilahan telah dilaksanakan secara virtual, Jumat (12/6/2020), yang dihadiri oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto, EVP Operasi Regional Sumatera PT PLN (Persero) Supriyadi, EVP Operasi Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Mukhtar, serta jajaran direksi PJB.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN  Wiluyo Kusdwiharto mengatakan Re-Forge PLTU Tembilahan menggunakan aplikasi Maximo, sebuah aplikasi Enterprise Asset Management yang telah dikostumisasi sesuai dengan BMS Re-Forge. Aplikasi Maximo sendiri sudah umum digunakan dalam pembangkit listrik, namun kostumisasinya berbeda dengan Re-Forge.

"Implementasi Re-Forge akan memberikan bantuan terhadap pembangkit-pembangkit berkapasitas kecil terutama dalam meningkatkan keandalannya," kata Wiluyo.

Ditambahkan, PLTU Bangka, PLTU Belitung, PLTU Bolok, serta PLTU Ropa akan menjadi unit yang selanjutnya akan mengimplementasikan konsep Re-Forge.

Dengan kehadiran konsep kustomisasi Re-Forge, akan memberikan keunggulan bagi unit pembangkit PJB maupun pembangkit-pembangkit dari IPP lainnya, karena selain mengefisiensikan proses bisnis yang kompleks, Re-Forge juga dapat mengoptimalkan kapabilitas SDM, dan menyederhanakan pola komunikasi antara PJB, PJB Services selaku anak perusahaan yang mengelola unit jasa operation dan  maintenance dan unit pembangkit menjadi lebih sederhana.

Re-Forge ini mengambil konsep waralaba yang berkembang di Indonesia. Pemilik pembangkit tidak perlu direpotkan untuk mengurusi perancanaan, supervise enginering, sampai mengatur supply chain yang harus dilakukan karena hal-hal tersebut secara terpusat dan terkendali akan dilaksanakan oleh PJB.

Hal ini dapat berdampak kepada lebih fokusnya pemilik pembangkit pada pengoperasional pembangkit saja sehingga akan mengurangi jumlah SDM yang diperlukan dan akan berimbas kepada penghematan biaya jangka panjang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN