Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PJB Ujicobakan Co-firing di PLTU Tenayan, Pekanbaru dengan menggunakan campuran sawdust brown fiber.Foto:Humas PJB

PJB Ujicobakan Co-firing di PLTU Tenayan, Pekanbaru dengan menggunakan campuran sawdust brown fiber.Foto:Humas PJB

PJB Ujicobakan Co-firing di PLTU Anggrek dan Tenayan

Amrozi Amenan, Senin, 29 Juni 2020 | 23:03 WIB

SURABAYA, investor.id - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) berhasil mengujicoba Co-firing pada PLTU Anggrek, Gorontalo dan PLTU Tenayan, Pekanbaru.

"Co-firing PLTU adalah sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan," ujar Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara di Surabaya, Senin (29/6/2020).

Dia menjelaskan, pada ujicoba Co-Firing di PLTU Anggrek pada 11 Juni 2020, digunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Wood chip dinilai memiliki kalor yang cukup sebagai bahan bakar pendamping. Berasal dari kayu lamtoro, wood chip yang diujicobakan pada PLTU Anggrek mencapai 5 ton wood chip.

Sedangkan pada ujicoba Co-firing di PLTU Tenayan pada 20-21 Juni 2020, digunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1% dan dioperasikan selama 8 jam.

PJB Ujicobakan Co-firing di PLTU Tenayan, Pekanbaru dengan menggunakan campuran sawdust brown fiber.Foto:Humas PJB
PJB Ujicobakan Co-firing di PLTU Tenayan, Pekanbaru dengan menggunakan campuran sawdust brown fiber.Foto:Humas PJB

Dari uji coba yang dilakukan, didapatkan hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber  yang lebih efisien daripada penggunaan biomassa sebelumnya yang menggunakan cangkang kelapa sawit. Sisi operasional juga berjalan dengan lancer dan tanpa hambatan.

Menurut Iwan, PLTU Tenayan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang diujicobakan menggunakan 2 jenis biomassa yang berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacobakan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit pada tanggal 27 – 31 Januari 2020.

“Kami optimistis, sebagai pionir dalam Co-firing, PT PJB dapat dengan sukses mengimplementasikan co-firing di seluruh PLTU di Indonesia agar bumi nusantara dapat lebih terjaga dan lingkungan lebih hijau," ungkap Iwan.

Optimisme membawa co-firing di seluruh PLTU di Indonesia adalah langkah nyata di dunia energi ketenegalistrikan untuk tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri. "Selain itu, co-firing juga menjadi jawaban untuk menggapai target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23 persen pada tahun 2025," pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN