Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Zulkifli Zaini. Sumber: youtube

Zulkifli Zaini. Sumber: youtube

PLN Bakal Gratiskan Tagihan Listrik Bisnis dan Industri Kecil

Investor Daily, Jumat, 1 Mei 2020 | 17:09 WIB

JAKARTA, investor.id – PT PLN (Persero) tengah menyiapkan mekanisme teknis pembebasan tagihan listrik bagi pelanggan bisnis dan industri kecil. Hal ini sesuai keputusan Presiden Joko Widodo untuk memperluas program perlindungan dampak Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyatakan, keputusan pembebasan tarif tagihan listrik dan pemberian token gratis bagi pelanggan golongan tersebut telah diputuskan oleh pemerintah melalui rapat terbatas pada Rabu (29/4) kemarin. Keputusan Presiden menunjukkan komitmen besar dan upaya yang konkret dan berkesinambungan untuk melindungi rakyat dari dampak pandemi Covid-19.

Untuk itu, PLN tengah menyiapkan mekanisme teknis penggratisan tagihan listrik bagi pelanggan bisnis skala kecil (B1) dan industri skala kecil (I1) yang memiliki sambungan daya 450 Volt Ampere (VA).

“PLN langsung menyiapkan langkah-langkah teknis pembebasan tagihan listrik bagi pelanggan bisnis kecil dan industri kecil,” kata Zulkifli dalam keterangan resminya, Jumat (1/5).

Terkait pembebasan tagihan bagi bisnis dan industri kecil ini, PLN berkomitmen menjalankan kebijakan pemerintah tersebut sesegera mungkin.

Untuk itu, pihaknya akan menempuh berbagai jalur agar pelanggan bisnis dan industri kecil dapat segera menikmati pembebasan tagihan setrum ini.

Saat ini, menurut dia, tim PLN sedang menyiapkan sistem untuk memasukkan sekitar 500 ribu pelanggan listrik golongan bisnis kecil dan industri kecil berbasis token. Proses tersebut akan memakan waktu sekitar 12 jam sampai seluruh pelanggan yang berhak mendapatkan token gratis sudah terdaftar.

“Estimasi kami sudah selesai satu hari. Yang sudah tersedia langsung bisa digunakan. Kami memastikan bahwa pada Minggu (3/5), seluruh token sudah di-generate, sehingga program ini langsung dirasakan manfaatnya,” tegas Zulkifli.

Ia menambahkan, pembebasan dan pemberian diskon bagi pelanggan listrik pada tahap pertama yang menyasar rumah tangga memang hanya berlaku selama tiga bulan hingga Juni ini. Untuk kebijakan pemerintah kali ini, pembebasan tagihan setrum bagi pelaku bisnis dan industri kecil akan diberikan hingga enam bulan.

“Sangat tergambar jelas bagaimana upaya keras dan terencana dari Bapak Presiden untuk melindungi kalangan bisnis dan industri kecil, karena pada program pembebasan tagihan listrik yang kedua ini, durasinya lebih Panjang,” ujar Zulkifli.

Dalam rapat terbatas pada Rabu (29/4) lalu tersebut, Presiden Joko Widodo memperluas program perlindungan rakyat yang terdampak akibat Covid-19 dan mengupayakan pemulihan ekonomi, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Termasuk program khusus bagi usaha ultramikro dan usaha mikro yang selama ini tidak tersentuh atau terjangkau lembaga keuangan maupun perbankan. Ada lima skema besar program yang diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk dapat menerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Kita harus memastikan bahwa mereka masuk sebagai bagian dari penerima bantuan sosial, baik itu Program Keluarga Harapan, paket sembako, bantuan sosial tunai, bantuan langsung tunai desa, maupun pembebasan dan pengurangan tarif listrik,” kata Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tersebut.

Sebelumnya, sebulan yang lalu, pemerintah membebaskan tagihan listrik bagi pelanggan golongan rumah tangga (R1) 450 VA dan pemberian diskon 50% bagi pelanggan golongan Rumah Tangga 900 VA Bersubsidi. Kebijakan ini menyasar total 24 juta pelanggan rumah tangga 450 VA dan 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi. Kebijakan tersebut telah dituntaskan PLN dalam sepekan sejak keputusan diambil oleh pemerintah. (ayu)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN