Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Smelter. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Smelter. Foto ilustrasi: beritasatu.com

PLN Janjikan Tarif Listrik Murah untuk Smelter

Jumat, 20 Desember 2019 | 14:26 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT PLN (persero) menunjang proyek pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di dalam negeri dengan menyediakan keandalan pasokan listrik. Selain itu perusahaan listrik plat merah itu pun menjanjikan tarif listrik yang kompetitif bagi pelanggan smelter tersebut.

Pelaksana Tugas Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, program 35.000 megawatt (MW) bukan hanya untuk pemerataan akses listrik bagi masyarakat. Namun juga menunjang kebutuhan industri termasuk proyek smelter yang ditargetkan rampung di 2022 mendatang.

"PLN siap melistriki industri smelter dan melakukan best effort untuk menyediakan listrik secara kompetitif," kata Inten, dalam rapat koordinasi kesiapan PLN melistriki industri smelter di Jakarta, Jumat (20/12).

Sripeni Inten Cahyani.
Sripeni Inten Cahyani.


Berdasarkan data Kementerian ESDM, tarif listrik golongan industri di Indonesia termasuk yang kompetitif se-Asia Tenggara. Untuk pelanggan Industri Besar tarif di Indonesia sebesar Rp997/kWh. Sementara di Singapura tarifnya sebesar Rp1.657/kWh. Kemudian di Thailand sebesar Rp1.077/kWh serta di Vietnam Rp1.034/kWh. Namun tarif Industri Besar di Malaysia sedikit lebih murah dibandingkan Indonesia yakni Rp984/kWh.

Inten menuturkan pihaknya terus berupaya menekan tarif listrik agar semakin terjangkau masyarakat dan kompetitif bagi pelanggan industri.

"Tentunya kami dapat KPI (standar penilaian) bahwa tarif industri besar harus termurah di ASEAN," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menuturkan pelanggan smelter akan mendapatkan pasokan listrik premium. Artiannya pasokan listrik lebih dari satu sumber. Dengan begitu menjamin kehandalan listrik bagi pelanggan smelter.

"Dari sisi pasokan sudah cukup bagaimana dengan kualitas yang bagus artinya ya premium lah," tuturnya.

Inten menegaskan kehandalan pasokan bukan sebatas di atas kertas. Pasalnya komitmen tersebut disertai dengan sanksi berupa pinalti bila pasokan listrik tak siap setelah smelter beroperasi. Namun sanksi itu juga dikenakan kepada pelanggan smelter bila penyelesaian proyek tidak tepat waktu.

"Kami siap dipenalti kalau telat berikan listrik. Apabila izin kami sudah siap, bapak (pengusaha smelter) belum siap sama-sama dipenalti," tegasnya.

Smelter merupakan bentuk hilirisasi pertambangan. Program hilirisasasi ini diharapkan mampu menekan defisit neraca perdagangan yang selama ini terjadi. Pasalnya melalui smelter terjadi peningkatan nilai tambah mineral. Dari bijih mineral diolah menjadi bahan baku untuk industri

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN