Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PLN Pusat. Foto: IST

PLN Pusat. Foto: IST

PLN Rancang Sistem Kelistrikan Ibu Kota Baru pada RUPTL 2020

Rangga Prakoso, Jumat, 30 Agustus 2019 | 20:14 WIB

JAKARTA, investor.id - PT PLN (Persero) mengungkapkan penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk ibu  kota baru di Kalimantan Timur akan tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun depan. Saat ini perusahaan setrum plat merah itu sedang melakukan kajian mengenai infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan. Diperkirakan kebutuhan daya hingga 4.000 megawatt (MW) untuk menopang kegiatan di ibukota dan pengembangan daerah sekitar.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pihaknya mendukung keputusan Presiden Joko Widodo memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. PLN telah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait kebutuhan listrik di ibukota baru tersebut.

Namun dia belum bisa membeberkan investasi apa saja yang diperlukan untuk menopang aktivitas di Kalimantan Timur tersebut. Hanya saja dia menegaskan hasil kajian PLN akan dituangkan dalam RUPTL 2020-2029. "Kemarin baru dipaparkan Bappenas. Segera kita follow up (tindak lanjuti)," kata Inten kepada Investor Daily.

Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Jawa bagian Barat Haryanto W.S. menuturkan dalam pertemuan dengan Bappenas itu PLN mendapatkan pemaparan mengenai pengembangan ibu kota baru. Nantinya kota baru itu mengikuti mengadopsi teknologi terkini dengan konsep smart city. Begitu pula dengan pasokan listrik yang mengedepankan pembangkit berasal dari energi terbarukan.

"Kita sudah sepakat bahwa PLN jadi bagian tim pengembangan kota baru sehingga InsyaAllah untuk perencanaan lebih terintegrasi," ujarnya.

Haryanto menerangkan, sistem kelistrikan di Kalimantan sudah interkoneksi antara Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Dalam RUPTL saat ini pun sudah direncanakan sistem interkoneksi di seluruh kalimantan melalui transmisi 500 kilovolt (kV) Dengan begitu seluruh sistem kelistrikan Kalimantan akan menjadi satu bagian seperti di sistem Jawa-Bali. Dia mengungkapkan pembangunan 500 kV itu dimulai pada tahun depan atau berbarengan dengan groundbreaking ibukota baru.

Dikatakan, kebutuhan daya di ibu kota baru dan pengembangan daerah sekitar mencapai 4.000 MW. Dia menerangkan akan ada pembangkit yang dibangun guna memenuhi kebutuhan daya tersebut. Hanya saja Haryanto belum bisa memastikan berapa pembangkit serta jenis energi yang akan digarap nanti. Hal tersebut masih menunggu hasil kajian. Namun dia menegaskan Kalimantan memiliki potensi energi berlimpah sekitar 6.000 MW baik dari fosil maupun energi terbarukan. "PLN berkomitmen memberikan yang terbaik di Kalimantan," ujarnya.

Merujuk pada RUPTL PLN 2019-2028, kapasitas listrik di Kalimantan Timur tercatat 1.058,5 MW. Pasokan tertinggi satu tahun terakhir sekitar 851,1 MW. Sementara daya mampu sebesar 959,2 MW. Hingga 2028, rencana tambahan kapasitas pembangkit mencapai 1.229 MW dengan potensi pembangkit yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sistem. Pembangkit tersebut antara lain yakni PLTA Boh dengan kapasitas 270 MW, PLTA Mentarang I dengan kapasitas 300 MW, PLTA Tabang dengan kapasitas 240 MW, PLTA Long Bangun dengan kapasitas 20 MW, PLTBm Penajam Paser Utara dengan kapasitas 9,5 MW, PLTS Kaltim 0,7 MW.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA