Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PLN berhasil menembus Pulau Matutuang, salah satu pulau terluar yang berlokasi di Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe

PLN berhasil menembus Pulau Matutuang, salah satu pulau terluar yang berlokasi di Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe

PLN Salurkan Stimulus Listrik Rp 1,2 Triliun/Bulan

Kamis, 24 September 2020 | 13:28 WIB

Jakarta, investor.id-PT PLN (Persero) memperkirakan telah menyalurkan stimulus listrik Covid-19 kepada pelanggan sebesar Rp 1,2 triliun per bulan selama pandemi yang melanda Indonesia. Stimulus tersebut diberikan kepada pelanggan 450 VA sampai dengan 900 VA.

Direktur Capital dan Management PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan, stimulus untuk pelaku UMKM karena jumlah pelanggannya tidak begitu banyak, penyalurannya di bawah Rp 1 miliar. "Kami memperkirakan kalau untuk stimulus untuk pelanggan 450 VA sampai dengan 900 VA kurang lebih ada di angka Rp 1,2 triliun per bulan. Stimulus ini memang diberikan bulanan, dan selanjutnya PLN akan tagihkan melalui skema subsidi kepada pemerintah," kata dia di Jakarta, Kamis (24/9).

Terkait apakah stimulus listrik akan dilanjutkan atau tidak setelah Desember tahun ini, ia mengatakan akan menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah. "Kami untuk stimulus ini adalah pelaksana, jadi apakah nanti akan diperpanjang atau berakhir pada Desember tahun ini kami akan menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah melalui Kementerian ESDM," ujar Syofvi.

Sedangkan mengenai penjualan kelistrikan, PLN optimistis dan terus berusaha keras untuk tumbuh positif sekitar 0,5% pada akhir tahun ini. “Kami berupaya untuk tetap positif, kami memiliki sejumlah skenario jadi diperkirakan kurang lebih negatif 0,5% sampai dengan positif 0,5%. Jadi kami berupaya tetap berusaha untuk terjadi pertumbuhan positif 0,5%, ini ekspektasi kami dengan segala upaya hingga akhir tahun ini," kata Syofvi.

Menurut dia, beberapa bulan penjualan kelistrikan PLN membaik dan kemungkinan negatifnya tinggal sekitar dua persen saat ini. Kendati demikian Syofvi juga mengakui bahwa ketika pertama kali pandemi menghantam Indonesia, PLN mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga negatif 10%. "Jadi memang ketika pertama kali pandemi COVID-19 ini terjadi pada 2-3 bulan pertama, permintaan kami turun cukup signifikan hingga negatif turun 10%, yang mana ini tidak pernah kami alami dan dampaknya cukup sulit bagi PLN," katanya.

Hal tersebut tidak hanya dialami oleh PLN namun semua perusahaan utilitas di dunia ini mengalami kontraksi signifikan yang sangat drastis.
 

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN