Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

PLN Siapkan 22 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Rangga Prakoso, Rabu, 9 Oktober 2019 | 20:01 WIB

JAKARTA, investor.id - PT PLN (persero) menyediakan 22 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada tahun ini. Adapun investasinya mencapai Rp 6 miliar untuk pengadaan SPKLU yang masih didatangkan dari luar negeri tersebut.

Di 2020 mendatang jumlah SPKLU semakin bertambah dan tersebar di 160 titik. Stasiun pengisian daya ini guna menunjang kebutuhan mobilitas pengguna kendaraan listrik yang mulai marak belakangan ini.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan, 22 SPKLU itu terdiri dari tiga unit dengan spesifikasi pengisian daya cepat (fast charging), satu unit ultra fast charging, serta sisanya dengan pengisian daya normal.

Dia mengungkapkan harga masing-masing unit spesifikasi pengisian daya itu berbeda. Untuk fast charging dibandrol Rp800 juta. Sementara ultra fast charging mencapai Rp1,5 miliar.

"27 Oktober ini bertepatan dengan Hari Listrik Nasional kita akan launching besar-besaran," kata Ikhsan di Jakarta, Rabu (9/10).

Ikhsan menuturkan SPKLU dengan pengisian daya normal akan ditempatkan di pusat perbelanjaan di Jakarta. Dia menyebut pengisian daya normal ini memakan waktu sekitar lima jam. Durasi pengisian itu menyesuaikan dengan kebiasaan pengunjung pusat perbelanjaan dalam menghabiskan waktu.

Sementara fast charging dan ultra fast charging rencananya ditempatkan di depan Balaikota Jakarta, Kantor PLN Disjaya dan Kantor Kementerian ESDM. "Untuk di depan Balaikota kami siapkan untuk pengisian daya bus listrik Transjakarta," ujarnya.

Namun Ikhsan belum mau membeberkan biaya pengisian daya tersebut. Dia hanya mengungkapkan dengan tarif Rp 2.000-2.500/kWh maka tingkat pengembalian modal mencapai 10 tahun.

Dia menegaskan PLN tidak berbicara besaran tarif serta tingkat pengembalian modal. Menurutnya PLN mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan energi bersih sehingga menekan tingkat polusi udara. "Kalau nge-charge 27 Oktober dikasih free," ujarnya.

Dikatakannya jumlah SPKLU semakin bertambah mencapai 160 titik di tahun depan. Oleh sebab itu dia menggandeng sejumlah pihak seperti PT Pertamina serta PT Jasamarga agar mau membangun SPKLU di tempat peristirahatan (rest area) jalan tol.

Selain itu PLN juga bekerjasama dengan BPPT, LEN maupun Pertamina agar perangkat pengisian daya bisa diproduksi di dalam negeri. Namun dia belum bisa membeberkan kebutuhan investasi per unitnya bila di produksi nasional. "Masih dikaji seperti apa. Untuk tahap awal daripada kita nunggu makin lama mending impor dulu," ujarnya.

Nantinya perusahaan listrik plat merah itu menawarkan kerjasama kepada pihak swasta dalam menggarap SPKLU. Dengan begitu nantinya kepemilikan SPKLU mirip dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Ada yang sepenuhnya dimiliki oleh perseroan atau istilahnya Company Owned Company Operated (COCO). Maupun Partner Owned Partner Operated (POPO) yang dimiliki oleh perseorangan atau swasta.

SPKLU berbeda dengan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) yang kini sudah banyak tersebar. SPKLU memiliki persyaratan teknis tertentu serta spesifikasi waktu pengisian daya normal dan cepat (fast charging). SPKLU ini khusus diperuntukkan bagi mobil listrik. Sementara SPLU ini belum bisa memenuhi kebutuhan daya mobil listrik.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA