Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto ilustrasi: IST

Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto ilustrasi: IST

PLTU Suralaya Benteng Terakhir Listrik Jawa-Bali

Rangga Prakoso, Selasa, 24 September 2019 | 18:17 WIB

BANTEN, investor.id - Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya menjadi benteng terakhir pasokan listrik sistem Jawa-Bali.

PLN mempersiapakan kajian guna menguatkan pertahanan seiring dengan peristiwa blackout pada awal Agustus lalu. Pembangkit berbahan bakar batu bara itu memiliki total kapasitas hingga 4.025 megawatt (MW). Suralaya merupakan pembangkit pemangku beban (base load) yang memasok 20% kebutuhan listrik Jawa-Bali.

Direktur Operasi PT Indonesia Power M Hanafi Nur Rifai mengatakan, padamnya listrik pada Agustus lalu menjadi pengalaman berharga bagi PLN. Sejumlah langkah pertahanan (defense scheme) disiapkan agar blackout tak terulang lagi."Kami pertahanan terakhir. Jadi kalau enggak kuat (mempertahankan daya pasok) maka yang lain enggak kuat. Kita memperbaiki pola pertahanan," kata Hanafi dalam kunjungan media ke Suralaya di Banten, Selasa (24/9).

Gangguan transmisi Ungaran-Pemalang 500kV pada Agustus berimbas pada padamnya (trip) PLTU Suralaya. Butuh waktu sekirar 4 jam agar pembangkit tersebut bisa kembali memproduksi listrik.

Hanafi menjelaskan pembangkit berbahan bakar batu bara membutuhkan aliran daya dari luar (back feeding) agar bisa kembali beroperasi. PLTU Suralaya mendapat pasokan tersebut dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling yang berada di daerah Purwakarta, Jawa Barat.

Dikatakannya pola pertahanan teranyar yakni disiapkan kajian agar Suralaya mendapatkan aliran daya dari pembangkit terdekat. Dalam hal ini di sekitar Suralaya ada sejumlah pembangkit yang berada di Cilegon.

"PLTU enggak bisa bangkit sendiri. Menunggu pasokan daya dari PLTGU atau PLTA. Nah PLTA jauh ada di daerah Bandung. Yang deket ada di Cilegon. Ini kita bagaimana memberdayakannya (pembangkit Cilegon)," ujarya.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR pada awal Agustus, Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani menyiapkan pola pertahanan agar PLTU Suralaya mendapat pasokan dari PLTGU Cilegon dan PLTGU Muara Karang. Dia menuturkan sedang dipersiapkan agar kedua PLTGU itu bisa menghasilkan listrik tanpa ada aliran dari luar (blackstart).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA