Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Desain proyek Podomoro Park Bandung

Desain proyek Podomoro Park Bandung

Podomoro Park Beri Multiplier Effect bagi Bandung

Edo Rusyanto, Rabu, 27 November 2019 | 11:41 WIB

Jakarta, Investor.id – PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) berharap kehadiran Podomoro Park memberi efek bergulir (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi kota Bandung, Jawa Barat (Jabar). Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 130 hektare (ha) itu mencakup hunian dan sejumlah fasilitas penunjangnya.

Menurut Investor Relations PT Agun Podomoro Land Tbk, Wibisono, melalui Podomoro Park diharapkan wilayah Bandung Selatan dapat tumbuh dan berkembang seperti wilayah lainnya. Lapangan kerja dan peluang ekonomi baru dapat terus bertambah sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat juga akan ikut meningkat.

“Properti merupakan salah satu katalis utama pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dan negara. Sejak mulai dibangun hingga beroperasi, proyek properti selalu menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian masyarakat sekitarnya,” kata dia, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (26/11).

Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lucida pernah mengatakan, sektor properti memiliki efek bergulir hingga ke 175 sektor terkait. Multiplier effect itu mulai dari sektor industri bahan bangunan, besi, baja, cat, furniture, consumer goods, hingga sistem keuangan nasional. “Industri properti tentu saja banyak menyerap tenaga kerja,” kata dia.

Karena itu, tuturnya, pemerintah diharapkan mempermudah perizinan dan melonggarkan perpajakan guna menggairahkan industri properti. Regulasi yang kondusif dinilai memperluas multiplier effect sektor properti kepada roda perekonomian di Tanah Air.

 

Klaster Hunian

Menurut Wibisono, saat ini, sejumlah proyek infrastruktur transportasi dibangun pemerintah untuk menuju kota Bandung maupun mempermudah transportasi di dalam kota Bandung.

Proyek pemerintah pusat misalnya adalah kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang kini dikebut pembangunannya. Kehadiran KCJB akan membuat waktu tempuh antara Jakarta dan Bandung menjadi lebih singkat. KCJB digadang-gadang akan memangkas waktu tempuh Jakarta dan Bandung menjadi hanya sekitar 36 menit.

Lalu, kata dia, ada proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated toll) yang ditargetkan beroperasi akhir 2019. Selain itu, saat ini, Pemerintah Provinsi Jabar juga mencanangkan pembangunan light rail transit (LRT) Bandung Raya sebagai salah satu proyek strategis nasional. Nantinya, rute LRT Bandung Raya akan mencakup seluruh pelosok Bandung Raya.

Hal ini akan membawa dampak luar biasa, khususnya untuk Bandung Selatan. Ke depannya, orang-orang tidak hanya akan menjadikan Bandung Selatan sebagai destinasi wisata, tetapi juga akan memilih kawasan ini sebagai tempat untuk tinggal dan menjalankan usaha. Pasalnya, Bandung Selatan adalah salah satu kawasan yang paling nyaman ditinggali dengan iklim udara yang sejuk, pemandangan alam yang indah, dan biaya hidup yang lebih bersahabat.

Pembangunan infrastruktur ini tentunya diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup melalui transportasi yang cepat dan nyaman menuju Bandung dan di dalam Bandung sendiri. “Selain itu, dapat dipastikan akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan properti di Bandung Raya,” ujar Wibisono.

Di tengah itu semua, kata dia, pihaknya mengembangkan Podomoro Park di Jalan Terusan Buahbatu Bandung.Menempati lahan seluas 130 ha, Podomoro Park dikembangkan dengan mengusung konsep Harmony with Nature dengan tiga kawasan hunian utama serta satu kawasan business district. Selain itu, sekitar 50% lahan Podomoro Park akan didedikasikan untuk kawasan terbuka hijau dan danau.

Menurut Wibisono, pengembang perumahan di Bandung Selatan belum terlalu banyak sehingga memberi kesempatan lebih besar bagi Podomoro Park untuk menyerap pasar lebih cepat. Apalagi, APL mencatat tingginya animo pasar terhadap proyek Podomoro Park.

“Tiga klaster di dalam kawasan Podomoro Park Bandung yang telah dipasarkan mendapatkan respons sangat baik. Sekitar 90% dari total unit dalam tiga klaster itu sudah terserap pasar,” jelas dia.

Tak hanya itu, tambah Wibisono, adanya permintaan pasar untuk hunian satu lantai, terutama untuk kebutuhan milenial, APL juga meluncurkan produk hunian terbarunya, yaitu klaster Padmagriya, di dalam kawasan hunian resort Podomoro Park Bandung tersebut.

“Milenial itu kan identik dengan gaya hidup simpel dan praktis sehingga ada kriteria tersendiri dalam memilih hunian. Interiornya simpel dan dominan dengan bentuk-bentuk geometris. Ini kan ciri selera hunian kalangan ini,”ujar Wibisono.

Klaster Padmagriya dibangun dengan gaya arsitektur modern minimalis. Saat ini klaster tersebut dikembangkan dalam dua tipe, yaitu Asoka (6 x 11 meter) dan Ayana (7 x 12 meter). Hunian ini dilengkapi halaman depan rumah dan belakang, serta area jogging dan rute bersepeda di tepi danau.

Selain Padmagriya, saat ini Podomoro Park mengembangkan klaster Amagriya Eka dan Amagriya Dwi, serta klaster premium Anapuri.

Dia mengatakan, Podomoro Park juga menyediakan fasilitas menarik lain yang bisa dinikmati, antara lain jogging track di tepian danau dan club house yang di dalamnya terdapat infinity pool. Lalu, pusat kebugaran, jacuzzi, lapangan tenis, lapangan basket, dan ruang serbaguna, serta sistem keamanan 24 jam.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA