Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
KA cepat Jakarta-Bandung

KA cepat Jakarta-Bandung

Poryek Kereta Cepat Diberhentikan, Erick Minta KCIC Lakukan Evaluasi

Triyan Pangastuti, Senin, 2 Maret 2020 | 23:08 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir  mendukung penghentian sementara dan mendukung langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menghentikan sementara proyek Kereta cepat Jakarta- Bandung selama dua pekan ke depan terhitung mulai hari ini.

"Saya sudah meminta PT KCIC untuk mengevaluasi secara menyeluruh segala kekurangan manajerial proyek terutama yang menyebabkan terjadinya kerugian lingkungan dan sosial terhadap masyarakat," jelas Erick dalam keterangan tertulis, Senin (2/3). 

Lanjut Eric, pihak KCIC juga sudah melaporkan bahwa dalam 2 minggu ini akan memperbaiki drainase dan manajemen lingkungan.

"Tentu segala perkembangan proyek akan kita sampaikan ke publik sebagai bentuk transparansi dan profesionalisme BUMN," jelasnya.

Erick Thohir. Foto: IST
Erick Thohir. Foto: IST

Kementerian PUPR telah mengirimkan surat permintaan penghentian sementara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditujukan kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada tanggal 27 Februari 2020.

Dalam surat tersebut, Kementerian PUPR meminta agar kegiatan pembangunan Proyek Kereta Cepat (High Speed Railway) Jakarta - Bandung yang dikerjakan oleh Sinohydro diberhentikan selama dua minggu sejak tanggal 2 Maret 2020.

Adapun surat tersebut  ditandatangani Danis H. Sumadilaga selaku Ketua Komite Keselamatan Konstruksi.

Dalam surat tersebut juga disampaikan bahwa pekerjaan dapat dilanjutkan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh atas pengelolaan pelaksanaan konstruksi yang sepenuhnya mengikuti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2019. Yang menjamin keselamatan konstruksi, pekerja, lingkungan, dan publik yang disetujui oleh Komite Keselamatan Konstruksi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN