Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
APBN. Ilustrasi: sp.beritasatu.com

APBN. Ilustrasi: sp.beritasatu.com

Postur Perubahan Pagu APBN 2020 Diterbitkan Melalui Perpres 72/2020

Jumat, 26 Juni 2020 | 12:58 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah resmi memperlebar defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 menjadi Rp 1.039,2 triliun atau setara 6,34% dari produk domestik bruto (PDB).

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 72 Tahun 2020 yang merupakan revisi atas Perpres 54/2020 yang berisi perubahan postur dan rincian APBN tahun anggaran 2020.

Dalam beleid ini pelebaran defisit anggaran dikarenakan, kebijakan dan langkah yang diperlukan untuk menangani Covid-19 yang membahayakan perekonomian nasional dan atau stabilitas sistem keuangan.

“Untuk menjaga kualitas dan kesinambungan APBN tahun 2020 dalam rangka pemenuhan kebutuhan penanganan pandemi Covid-19, sehingga perlu melakukan penyesuaian kembali terhadap postur dan rincian APBN 2020,” demikian beleid.

Secara rinci disebutkan bahwa, anggaran pendapatan negara saat ini ditargetkan mencapai Rp 1.699,94 triliun. Terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.404,50 triliun, sementara untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 294,14 triliun, dan hibah Rp 1,3 triliun.

Sementara anggaran belanja negara menjadi Rp 2.739,16 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.975,24 triliun, termasuk tambahan belanja untuk penanganan Covid -19 sebesar Rp 358,88 triliun.

Anggaran Transfer Daerah dan Dana Desa diperkirakan sebesar Rp 763,92 triliun, termasuk tambahan belanja untuk penanganan pandemi virus corona sebesar Rp 5 triliun.

Adapun pembiayaan anggaran tahun ini diperkirakan sebesar Rp 1.039,21 triliun, yang terdiri dari pembiayaan utang, investasi, penjaminan, dan pembiayaan lainnya.

Diketahui, Perpres 72/2020 diteken Presiden Joko Widodo pada 24 Juni 2020, dan diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly pada 25 Juni 2020. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN