Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

Potensi Besar, Menkeu Inginkan Ekspor Produk Halal Terus Didorong

Senin, 21 September 2020 | 11:45 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sri Mulyani mengatakan, bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara produsen makanan halal di pasar global, mengingat Indonesia merupakan negara muslim terbesar. Namun, Covid-19 telah memberikan tantangan yang berat untuk mendorong ekspor produk halal.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki peluang dengan memanfaatkan keanggotaan Indonesia dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). “Kita bisa tingkatkan dan penetrasi dimana segmen dari umat Islam cukup besar dan permintaan barang dan jasa juga terus meningkat,”tutur dia dalam Forum Riset Ekonomi Keuangan Syariah 2020 secara virtual, Senin (21/9).

Ia mengatakan, ekspor produk halal Indonesia memberikan kontribusi yang besar bagi total keseluruhan nilai perdagangan Indonesia. Catatannya, ekspor produk halal Indonesia ke negara- negara OKI mencapai US$ 45 miliar atau setara dengan 12,5% dari total perdagangan Indonesia sebesar US$ 369 miliar pada 2018.

“Berharap di tahun-tahun ke depan pertumbuhan ekspor produk halal bisa terus dipertahankan. Tentu Covid-19 pengaruhi banyak sekali kinerja ekonomi di negara-negara di dunia ini. Tantangan tidak mudah. Negara-negara anggota OKI mungkin akan dihadapkan pada tantangan covid dan pasti akan pengaruhi kemampuan dan demand produk ekspor Indonesia,”tuturnya.

Lebih lanjut, nilai pengeluaran penduduk muslim di seluruh dunia mencapai US$ 2,2 triliun per tahun, dengan asumsi jumlah penduduk dunia mencapai lebih dari 1,8 miliar umat muslim atau 24% dari total penduduk dunia.

Di sisi lain, potensi ini juga perlu dikembangkan melalui link and match. Artinya, riset untuk dapat memberikan rekomendasi dari kebijakan pemerintah dan merupakan suatu evidence base atau suatu basis yang didasarkan data dan fakta dalam membuat kebijakan.

“Kebijakan-kebijakan tentu dalam tema-tema yang bisa bermanfaat, terutama konteks covid akan sangat berguna, tidak hanya menjawab kebutuhan umat manusia dalam menjawab tantangan Covid-19. Sebuah tantangan yang kita yakin itu diciptakan oleh Allah yang harus bisa tetap dipertanggung jawabkan secara moral,”tuturnya.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN