Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teluk Bintuni dinilai mampu menarik sejumlah investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Teluk Bintuni dinilai mampu menarik sejumlah investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Potensi Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus Cukup Menjanjikan

Rabu, 11 Maret 2020 | 11:02 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Langkah pemerintah untuk melakukan akselerasi pembangunan di daerah luar Jawa terus dilakukan dengan ditetapkannya Teluk Bintuni, Papua Barat sebagai Kawasan Industri Khusus (KIK).

Teluk Bintuni dinilai mampu menarik sejumlah investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Perindustrian mendukung penetapan Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus (KIK) dan akan dibangun fasilitas pendukung dan infrastrukturnya seperti Sekolah, Pusat Investasi hingga penyediaan perumahan.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan potensi SDA yang dimiliki oleh Teluk Bintuni cukup besar sehingga berpotensi dibangun industri petrokimia.
Teluk Bintuni diprediksi akan menyerap investasi sebesar US$ 800 juta dalam 5 tahun ke depan dan harus benar-benar dikelola dengan seoptimal mungkin.

“Prospek Teluk Bintuni cukup menjanjikan dan harus didorong investasi masuk kesana,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Selasa (10/3).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw menyatakan komitmennya untuk membangun Teluk Bintuni serta melakukan perencanaan panjang dan matang.

Ia akan terus melakukan pembicaraan dengan masyarakat adat serta pengelolaan yang berkelanjutan.

Mengenai pengelolaan hasil dari industri, ia akan berdiskusi dengan Lembaga Masyrakat Adat perihal Dana Bagi Hasil yang sudah diatur dalam Perda.

Penggunaan dan Pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang berkelanjutan bisa menciptakan kesejahteraan kepada masyarakat.
Teluk Bintuni juga didukung oleh industri wisata hutan mangrove yang diklaim sebagai yang terbesar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN