Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Potensi Wakaf di Indonesia Capai Rp 217 Triliun

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 23:22 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan menyatakan potensi wakaf Indonesia saat ini mencapai Rp 217 triliun atau 3,4% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Potensi tersebut berasal dari 74 juta penduduk kelas menengah saja.

Dengan besarnya potensi yang ada, Kementerian Keuangan berupaya mengoptimalkan pembiayaan melalui wakaf. Hal ini dilakukan dengan menerbitkan Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS). Penerbitan CWLS mulai dilakukan sejak tahun 2018 dengan nilai pembiayaan Rp 50 triliun.

“Namun jumlahnya belum besar dan sebagian besar investor adalah institusi. Sekarang kita ingin membidik ke individu. Makanya dibutuhkan instrumen memudahkan,” ucap Sri Mulyani dalam seminar daring bertajuk “Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia” yang berlangsung, Sabtu (24/10).

Sri Mulyani mengatakan sebelumnya masyarakat menganggap wakaf hanya bisa dilakukan dengan memberikan tanah atau jenis hibah lainnya. Tetapi sebenarnya wakaf bisa saja dalam bentuk sebagian dari income yang tidak dipakai lalu diwakafkan dalam bentuk hasil investasi. Bila upaya ini bisa dimobilisasi maka pemerintah bisa melakukan pendanaan sosial dalam jumlah besar dan pada saat yang sama instrumen investasi juga bisa dikembangkan.

“Kami menggunakan (CWLS) sama seperti SBSN retail sekarang ini kelompok milenial luar biasa banyak. Meskipun uangnya sedikit tetapi kesadaran investasinya sudah mulai meningkat,” ucap Sri Mulyani.

Instrumen sukuk memiliki jangka waktu dua tahun sampai enam tahun. Artinya aset yang diwakafkan tidak diserahkan selamanya kepada pemerintah.

“Kita luncurkan cash wakaf link sukuk untuk memberikan fleksibilitas. Jadi bisa saja uang, lalu diwakafkan dua tahun nanti cair balik lagi hasil dari investasi itu yang diwakafkan,” ucap Sri Mulyani.

Menurutnya pemerintah telah menerbitkan cash waqf linked sukuk (CWLS) seri SWR001 kepada wakaf individu dan institusi. Masa penawarannya dilakukan sejak 9 Oktober 2020 hingga 12 November 2020.

CWLS Ritel seri SWR001 memiliki tenor 2 tahun dan menawarkan tingkat imbalan/kupon tetap sebesar 5,5% per tahun, yang imbalannya akan disalurkan untuk program/kegiatan sosial yang memiliki dampak sosial dan ekonomi untuk masyarakat. Masyarakat yang berminat membeli CWLS Ritel seri SWR001 dapat mendatangi empat Mitra Distribusi (Midis) yang telah ditunjuk oleh Pemerintah yaitu BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan Bank Muamalat.

Penyaluran imbalan akan dilakukan oleh Nazhir yang kredibel yang ditunjuk oleh Lembaga Keuangan Syariah-Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) dan disetujui oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai regulator dan pengawas Nazhir.  Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dan penyaluran dana imbakan CWLS, maka Nazhir wajib membuat laporan kepada BWI, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan wakif (pembeli CWLS). Hasil penerbitan CWLS di tahun 2018 telah digunakan untuk sejumlah kegiatan sosial

“Hasilnya sudah ada seperti Rumah Sakit Mata di Serang. Kita lihat program sosial, bantuan modal UMKM, beasiswa dhuafa, bantuan peternak, beasiswa anak yang kesulitan pendengaran dan berbagai macam kegiatan sosial lainnya,” ucap Sri Mulyani.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN