Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid dalam konferensi pers perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Rabu, 21 Juli 2021.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid dalam konferensi pers perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Rabu, 21 Juli 2021.

PPKM Diperpanjang, Kadin Minta Ekonomi Tetap Berjalan

Rabu, 21 Juli 2021 | 14:16 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid berharap ada balance atau keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi di tengah situasi pandemi Covid-19.

Ia memahami, masalah kesehatan saat ini menjadi hal yang paling penting untuk bisa diselesaikan agar bisa keluar dari pandemi. Namun di sisi lain, roda ekonomi juga harus terus berjalan.

“Apa yang sudah dilakukan pemerintah, Kadin tentu sangat mendukung. Memang ini pilihan yang sangat berat, bagaimana mem-balance antara kesehatan dan ekonomi. Penting sekali bahwa ekonomi harus tetap berjalan, karena kalau tidak, dampaknya juga ke pekerja-pekerja sektor formal dan informal,” kata Arsjad Rasjid dalam konferensi pers perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Rabu (21/7/2021).

Dari sisi kesehatan, Asjad juga menegaskan komitmen Kadin dan pelaku usaha dalam mensukseskan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Namun perlu juga dilihat bagaimana strategi membuat ekonomi tetap berjalan, khususnya yang terkait dengan industri manufaktur.

“Untuk industri manufaktur yang kritikal, esensial dan juga yang menunjang ekspor, kami meminta kepada pemerintah untuk bisa beroperasi sebesar 100%. Protokol kesehatan tetap akan kami laksanakan, dan proses vaksinasi bagi pekerja adalah suatu komitmen dari semua pengusaha untuk dipercepat,” kata Arsjad.

Untuk industri manufaktur non esensial, Arsjad berharap sektor tersebut juga tetap diberi kesempatan untuk beroperasi selama pemberlakuan PPKM.

“Mungkin tidak 100%, tetapi 50%. Hal-hal ini penting sekali. Kembali lagi, vaksinasi akan terus dilakukan dan proses itu terus dijalankan,” kata Arsjad.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN