Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pengunjung salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Barat. Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sejumlah pengunjung salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Barat. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

PPKM Level 1 Bangkitkan Ritel Modern

Senin, 22 November 2021 | 09:43 WIB
Leonard Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com) ,Nasori ,Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id) ,Tri Listiyarini

JAKARTA, investor.id – Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi menegaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di beberapa daerah diprediksi membangkitkan industri ritel modern, karena ritel modern atau mal bisa beroperasi 100%. Ritel modern terpuruk sepanjang 2020 denganomzet anjlok 70% dan berlanjut hingga kuartal III-2021.

Fernando menegaskan, kasus baru Covid-19 dalam tren menurun, sehingga menimbulkan rasa aman konsumen saat berkunjung ke gerai ritel modern.

Penjualan mobil retail
Penjualan mobil retail

Memasuki kuartal IV, ada harapan industri ritel dapat bangkit, seiring berlakunya PPKM level 1 di Jakarta dan beberapa kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Hal ini penting mengingat Jakarta dan sekitarnya adalah barometer ekonomi nasional.

Menurut dia, ritel modern diprediksi tumbuh 5% pada kuartal IV-2021, dibandingkan kuartal sebelumnya. Fernando menuturkan, kini tantangan pemain ritel adalah mengajak kembali konsumen belanja offline. Sebab, saat kasus Covid-19 tinggi, sejumlah konsumen memilih berbelanja online. “Ritel modern sejatinya adalah bisnis offline, sehingga transaksi offline masih mendominasi,” tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Sumber: BSTV
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Sumber: BSTV

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyambut gembira PPKM level 1 beberapa daerah, karena memperbolehkan kapasitas pengunjung mal sebesar 100%. Dengan demikian, rata-rata tingkat kunjungan mal bisa menyentuh 70% hingga akhir 2021.

Alphonzus menceritakan, penutupan operasional mal awal Juli 2021 sungguh memberatkan. Padahal, kondisi pusat perbelanjaan sudah membaik, seiring pertumbuhan ekonomi tinggi sepanjang semester I-2021.

Indeks ekspektasi konsumen & indeks kepercayaan konsumen
Indeks ekspektasi konsumen & indeks kepercayaan konsumen

Dia menerangkan, beban usaha masih berat, karena pusat perbelanjaan memasuki 2021 dengan tidak memiliki dana cadangan sama sekali. Ini berbeda dengan 2020, yang meski kondisi sangat berat, pusat perbelanjaan masih mampu bertahan, karena masih memiliki dana cadangan. Namun, dana itu habis terkuras untuk dapat bertahan.

Alphonzus melihat kebijakan pemerintah yang membatalkan ataupun meniadakan cuti bersama, libur panjang terkait Natal dan Tahun Baru, dapat menjadi peluang bagi pusat perbelanjaan. Sebab, dengan mobilitas masyarakat yang dibatasi, diharapkan saat libur, masyarakat berkunjung ke mal di kota masing-masing.

Indeks manajer pembelian manufaktur
Indeks manajer pembelian manufaktur

Alphonzus mengatakan, kebutuhan masyarakat untuk sekadar melepas penat akan terus ada, salah satunya dengan pergi ke mal.

“Ada yang makan bersama keluarga di restoran mal, nonton bioskop, belanja kebutuhan rumah, atau bahkan hanya sekadar cuci mata,” tegas dia. (epa/ac/hg)

Baca lengkap di epaper Investor Daily https://subscribe.investor.id/

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN