Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto. Foto: IST

Airlangga Hartarto. Foto: IST

PR Pemerintah Pacu Pemulihan Ekonomi 2021

Jumat, 23 Oktober 2020 | 12:56 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, inflasi yang tercatat sebesar 1,42% secara tahunan (yearon- year/yoy) pada September 2020 menunjukkan sisi permintaan terganggu. Bahkan, inflasi hingga akhir 2020 diperkirakan akan sangat rendah, di bawah 2% atau di bawah target kisaran inflasi 3% plus minus 1%.

Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2020, secara virtual, Kamis (22/10), mengatakan bahwa peningkatan sisi permintaan yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19 ini masih akan menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah dalam memacu pemulihan ekonomi pada 2021.

“Konsumsi kan masih tertahan meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong daya beli, seperti pemberian bansos, banpres produktif, subsidi gaji pekerja, hingga Kartu Prakerja. Sejumlah stimulus ini diharapkan bisa menjadi faktor pengungkit sisi permintaan ke depan. Ke depan persoalan kita dalam tanda petik bukan menjaga inflasi, tapi bagaimana mendorong demand agar inflasi bisa kembali ke level 2% hingga di bawah 3%, artinya ada petumbuhan,” katanya.

Tingkatkan Belanja Pemda

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengatakan sisi permintaan masih perlu didorong, bila melihat angka inflasi yang lebih rendah dari target yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, katanya, program pemulihan ekonomi nasional untuk mendorong daya beli masyarakat akan terus dilakukan.

“Kami harap APBN dengan sisa 2,5 bulan (di 2020) bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan pemulihan ekonomi terutama dari sisi demand. Adapun pada kuartal IV tahun ini, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik dari kuartal-kuartal sebelumnya. Ekonomi diperkirakan terkontraksi 1,7% hingga tumbuh positif 0,6%,” katanya.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 terkontraksi 5,32%. Pada kuartal III-2020, pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan terkontraksi atau minus 2,9% hingga minus 1,1%. (ant/nas/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN