Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

JFSS KE-5 2020,

Presiden Ajak Kadin Berkolaborasi Tingkatkan Pemberdayaan Petani

Rabu, 18 November 2020 | 17:18 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pengusaha tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah dalam upaya meningkatkan pemberdayaan petani dan ketahanan pangan nasional.

Saat ini, banyak negara di dunia melihat pentingnya pengembangan sektor pangan, bukan hanya untuk merespon kemungkinan terjadinya krisis pangan akibat pandemi Covid-19, tetapi  karena kebutuhan pangan sejalan dengan melonjaknya populasi penduduk di seluruh dunia.

Presiden Jokowi  berharap model bisnis  kolaboratif yang inklusif ini akan mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

“Hampir setengah dari jumlah penduduk dunia berada di kawasan Asia, termasuk di tiga negara terbesar seperti Tiongkok, India, dan di Indonesia.  Situasi ini membuka peluang yang menjanjikan bagi sektor pangan.  Kebutuhannya sangat besar, pasarnya sangat besar, dan akan terus tumbuh,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan pembukaan Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-5 Tahun 2020 secara daring dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020).

Menurut Presiden Jokowi, untuk meningkatkan pemberdayaan petani dan produktivitas ketahanan pangan,  pengembangan sektor pangan membutuhkan cara-cara baru yang inovatif, yang dapat meningkatkan efisiensi proses produksi,  meningkatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, yang memperbaiki daya dukung lingkungan,  dan yang mensejahterakan petani.

“Kita harus melompat dengan cara baru, dengan skala produksi yang lebih besar, dengan peran sentral korporasi petani,  mengedepankan nilai tambah di tahap on farm maupun off farm,  dan berbasis  teknologi modern yang lebih efisien dan produktif, serta  memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada para petani dan sektor pendukungnya,” katanya.

Presiden Jokowi berharap jajaran Kadin menjadi bagian dalam cara-cara baru ini. Disebutkan, inisiatif Kadin dalam skema inclusive closed loop perlu  untuk dikembangkan, terutama dalam mengembangkan kemitraan antarpemangku kepentingan yang saling menguntungkan dari hulu sampai di hilir.  

“Saya mendukung berbagai inisiatif kolaboratif yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, dan juga offtaker. Inisiatif- inisiatif kolaborasi seperti hortikultura di Garut, industri minyak sawit di berbagai daerah perlu untuk terus diperbaharui agar produktivitas dan nilai tambah bagi petani semakin meningkat.  Dan perlu untuk direplikasi, dicopy ke daerah-daerah lain,” kata Presiden Jokowi.

Dalam upaya memperkuat inisiatif kolaborasi produktif di sektor pangan, Presiden Jokowi telah meminta jajaran Kadin untuk memberikan pendampingan kepada 1 juta petani swadaya.

“Saya mendengar pada awal tahun 2020 sudah dilakukan.  Saya menunggu komitmen pendampingan 2 juta petani swadaya pada tahun 2023. Saya yakin Kadin mampu mencapai target ini,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN