Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Kepala BPJT Danang Parikesit saat menyampaikan sambutan mengenai peran Tol Semarang-Demak Seksi 2 ke depan.  Foto : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Kepala BPJT Danang Parikesit saat menyampaikan sambutan mengenai peran Tol Semarang-Demak Seksi 2 ke depan. Foto : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Presiden Ingin Tol Semarang-Demak Seksi 2 Dukung Pertumbuhan Ekonomi Baru

Jumat, 11 Juni 2021 | 20:46 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

DEMAK, investor.id -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan, agar jalan tol Semarang-Demak Seksi 2  yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang dapat mendukung pertumbuhan Pusat Ekonomi baru di Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, jalan tol ini akan mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan di kawasan Kaligawe dan Bandara Ahmad Yani yang seringkali macet. 

Hal tersebut diungkapkan Presiden saat didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 2 yang berada di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (11/6).

"Sore ini saya meninjau proyek Tol Semarang-Demak yang merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa koridor Pantura. Koridor ini akan menghubungkan Semarang, Demak, Tuban, dan Gresik, sedangkan untuk ruas Gresik-Surabaya sudah terhubung dan beroperasi," kata Presiden. 

Menurut Presiden, Jalan Tol Semarang-Demak ini istimewa karena multifungsi. “Selain meningkatkan konektivitas, juga berfungsi sebagai pengendalian banjir rob," ujar Presiden.

Dengan adanya fungsi kolam retensi, tanggul laut, dan pengembangan area di sekitar tol, kawasan tersebut yang sebelumnya rawan terendam banjir diharapkan menjadi kering.  Foto : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Dengan adanya fungsi kolam retensi, tanggul laut, dan pengembangan area di sekitar tol, kawasan tersebut yang sebelumnya rawan terendam banjir diharapkan menjadi kering. Foto : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Apalagi, dengan adanya fungsi kolam retensi, tanggul laut, dan pengembangan area di sekitar tol diharapkan kawasan tersebut yang sebelumnya rawan terendam banjir menjadi kering. Sehingga nantinya dapat digunakan sebagai kawasan industri dan pendukungnya, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian juga memaparkan, pembiayaan pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak menggunakan skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU).

Jalan tol sepanjang 26,7 km ini terbagi menjadi dua seksi, yakni Seksi 1 Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 km porsi pemerintah dengan kebutuhan biaya Rp10,56 triliun. Kemudian Seksi 2 (Sayung-Demak) sepanjang 16,31 km porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Dilaporkan, hingga saat ini Seksi 1 masih dalam tahap lelang yang rencananya dilaksanakan pada Maret-Agustus 2021 dan akan mulai konstruksi pada Januari 2022 dan ditargetkan selesai November 2024.

Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Kepala BPJT Danang Parikesit saat meninjau progres Tol Semarang-Demak Seksi 2.  Foto : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Kepala BPJT Danang Parikesit saat meninjau progres Tol Semarang-Demak Seksi 2. Foto : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Sementara Seksi 2 sudah konstruksi dengan progres 41,63 % dan ditargetkan selesai pada Juni 2022. Pembangunan Seksi 2 dikerjakan PT PP-PT WIKA Konsorsium Maratama-Studi Teknik (KSO) dan Konsultan Supervisi PT. Virama Karya (Persero) dengan biaya konstruksi sebesar Rp 4,3 triliun.

Secara teknis, kata Hedy, Jalan Tol Semarang - Demak Seksi 2 akan memiliki dua Simpang Susun (SS) yaitu SS Sayung dan SS Demak. Arah pelebaran pada jalan tol ini pelebaran ke dalam yang memiliki 2x2 lajur awal dan 2x3 lajur akhir.

Dengan dibangunnya Jalan Tol Semarang-Demak tersebut akan mendukung peningkatan konektivitas di wilayah Jawa Tengah bagian Utara sekaligus penghubung kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata religi khususnya di wilayah Demak.

Turut hadir dalam kunjungan Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN