Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Danau Toba. Foto ilustrasi: IST

Danau Toba. Foto ilustrasi: IST

Presiden Instruksikan Promosi Masif Pariwisata Toba

Eva Fitriani, Kamis, 1 Agustus 2019 | 07:14 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) sebagai destinasi wisata prioritas dapat dipromosikan secara masif mulai 2020. Presiden memastikan persiapan infrastruktur dan produk-produk unggulan sektor pariwisata di Danau Toba dikembangkan sebagai faktor pendukung promosi tersebut.

Kepala Negara usai meninjau infrastruktur jembatan di Tano Ponggol, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7), menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi dan menata lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan. “Setelah selesai, Insya Allah tahun depan kita promosikan, meskipun saat ini sudah dipromosikan. Namun tahun depan kita lakukan marketing secara besar-besaran,” kata Jokowi.

Kepala Negara besarta Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang sudah tiga hari melakukan kunjungan kerja di Kawasan Danau Toba, meninjau sejumlah titik yang menjadi daya tarik di sektor pariwisata mulai dari Kabupaten Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir (Tobasa), hingga Humbang Hasundutan. Presiden pun berkomitmen untuk membenahi kawasan Danau Toba agar menjadi destinasi wisata yang terintegrasi dan menarik.

Presiden mengakui, banyak produk atau potensi pariwisata yang bisa menarik wisatawan ke wilayah itu. Untuk itu peran pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah sangat diperlukan secara sinergi.

“Tadi pagi juga saya melihat desa adat (Huta Siallagan), desa ulos, semuanya akan direnovasi total. Pasarnya juga, mulai pasar suvenir (Pasar Onan Baru) kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan,” kata Presiden.

Dia menambahkan, pemerintah akan menambah infrastruktur pariwisata seperti Jetty, Dermaga, pelabuhan, hingga jembatan. “Dua dermaga pelabuhan akan diselesaikan semua. Kapalnya juga dibelikan lagi, ditambah. Dermaganya akan diselesaikan semua, setelah itu kita promosikan, marketing secara besar-besaran untuk Danau Toba,” ujar Jokowi.

Dalam pengembangan kawasan Danau Toba ini, terang Jokowi, pembangunan dan penataan lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan. Tak hanya itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas dalam mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba.

“Memang produknya sekali lagi belum dikemas, belum diberi story, harusnya ada cerita. Kemudian juga termasuk SDM-nya, SMK-SMK di sini beberapa nanti akan kita switch, kita ubah ke SMK pariwisata. Ini paralel semuanya,” ungkap dia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga menjelaskan program prioritas dalam pengembangan atraksi, akses dan amenitas (3A) di salah satu Danau vulkanik terbesar itu terus diperhatikan agar semakin mempermudah wisatawan mancanegara berkunjung.

“Dalam framework pengembangan destinasi itu kita selalu menggunakan konsep 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Dan jika ingin menjadi global player, harus menggunakan standar global,” kata Menpar.

Terkait isu lingkungan di Danau Toba, Jokowi menegaskan akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Salah satu persoalan yang ada di Danau Toba adalah pencemaran air dari pakan ikan akibat maraknya Keramba Jaring Apung (KJA).

“Termasuk itu akan kita selesaikan. Sudah ada ahlinya, khusus untuk urusan air yang gatal. Sudah ada. Kemudian yang kedua, masalah hutan akan kita ambil kemudian kita tanami lagi,” ujar dia.

Para ahli tersebut, lanjut Jokowi, nantinya akan melakukan kajian menyeluruh untuk mencari solusi atas persoalan lingkungan yang ada di kawasan Danau Toba. “Nanti dilihat. Ini ahlinya kalau sudah kajiannya komplet, tapi yang jelas itu akan dicarikan solusi,” kata Presiden.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA