Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara silaturahmi dengan alumni penerima kartu prakerja di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 17 Juni 2022. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara silaturahmi dengan alumni penerima kartu prakerja di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 17 Juni 2022. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Jokowi Apresiasi Capaian Program Kartu Prakerja

Jumat, 17 Juni 2022 | 22:03 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

SENTUL, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pelaksanaan program Kartu Prakerja gelombang pertama, yang resmi diluncurkan pada minggu kedua April tahun 2020. Meski diluncurkan dalam suasana awal munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia, Presiden Jokowi mengapresiasi antusiasme pendaftar yang hingga kini mencapai 115 juta orang.

“Besar sekali, ini angka yang tidak kecil 12,8 juta yang produktivitasnya meningkat, skill-nya meningkat, pengalaman kerjanya karena pelatihan ini menjadi meningkat 12,8 juta,” kata Jokowi, saat bersilaturahmi dengan Alumni Penerima Kartu Prakerja di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022).

Advertisement

Jokowi menegaskan, jumlah peserta yang diterima cukup besar. Dalam kurun waktu dua tahun pelaksanaannya hingga 32 gelombang, program Kartu Prakerja telah menjangkau 12,8 juta penerima manfaat.

Baca juga: Airlangga Sebut Pelatihan Digital Program Kartu Prakerja Bernilai Rp 6 Triliun per Tahun

Jokowi menyebutkan, program Kartu Prakerja berhasil diluncurkan dengan memanfaatkan platform digital yang dibangun oleh anak-anak muda Indonesia. Melalui platform tersebut, kata dia, masyarakat tidak perlu melalui birokrasi yang panjang untuk mendapatkan manfaat dari pelatihan.

“Tadi seperti disampaikan Pak Airlangga, tidak ada yang lewat uang itu, anggaran itu ke kementerian, ke provinsi, ke kabupaten, ke kota baru ke peserta. Ini langsung dari Menteri Keuangan transfer langsung ke peserta, coba,” lanjutnya.

Platform seperti ini, lanjutnya, hanya bisa dihasilkan oleh anak-anak muda. “Kelompok yang sudah tua kayak seperti saya enggak mungkin bisa membikin platform yang bagus seperti ini,” tambahnya.

Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebesar 88,9% peserta merasakan manfaat dari Kartu Prakerja. Melihat besarnya manfaat yang diterima peserta, Presiden optimistis program Kartu Prakerja bisa terus dilanjutkan.

"Terus ini akan dilanjutkan, akan diteruskan, termasuk tahun depan itu anggarannya sudah ada. Betul ya Bu Menteri? Sudah ada. Tahun depannya lagi, ada lagi. Anggarannya nanti tanyakan ke Bu Menteri Keuangan," katanya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Kartu Prakerja merupakan program pemerintah untuk rakyat dan menjadi salah satu program yang paling masif dibandingkan negara lain. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan global.

Baca juga: Airlangga Pamerkan Keberhasilan Program Kartu Prakerja

“Dalam pertemuan tadi malam, UNESCO di Marrakesh, kami melaporkan dalam mereka mencari jalan untuk menghadapi tantangan the future of works terkait dengan transformasi digital, green economy, yang membutuhkan tenaga dan adult live long learning dari hampir seluruh negara yang memaparkan yang paling siap dan sudah operasional Insya Allah dari Indonesia Pak melalui Kartu Prakerja,” ujar Airlangga.

Airlangga juga mengatakan, program Kartu Prakerja juga telah mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Bahkan Airlangga menyebut sejumlah negara ingin mempelajari sistem Kartu Prakerja di Indonesia.

“Kemarin dalam pertemuan di Davos, Menteri Liesje dari Belanda dengan Perdana Menteri juga mengatakan Kartu Prakerja mereka ingin melihat dan ini bisa direplikasi di negara-negara berkembang yang lain,” imbuhnya.

Hadir dalam acara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN