disini
Presiden Jokowi, Elemen Bangsa Harus Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan dan Energi
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi, Elemen Bangsa Harus Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan dan Energi

Selasa, 14 Juni 2022 | 10:41 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh elemen bangsa harus siap menghadapi ancaman krisis pangan, energi, dan kenaikan inflasi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

“Ancaman krisis pangan, krisis energi, dan kenaikan inflasi sedang dihadapi seluruh negara. Dan, ini baru awal-awal. Oleh sebab itu, kita semuanya betul-betul harus menyiapkan diri mengenai ini,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/6/2022).

Advertisement

Baca juga: Jokowi Ajak Hipmi Manfaatkan Peluang di Bidang Pangan

Acara bertema “Kawal Produk Dalam Negeri untuk Bangsa Mandiri” juga dihadiri Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

Presiden Jokowi mengatakan, persediaan pangan harus betul-betul-betul dipersiapkan. Selain pangan, energi harus  dikalkulasi dengan baik, sebab separuh dari energi yang digunakan di Indonesia adalah impor.

“Kita ini negara besar. Pangannya juga butuh pangan dalam jumlah besar. Energinya juga butuh energi yang besar, baik untuk kendaraan, industri, rumah tangga, dan lain-lainnya,” kata Presiden Jokowi.

Di sisi lain, lanjut Presiden Jokowi, ancaman krisis pangan ini juga bisa dijadikan sebagai peluang karena Indonesia memiliki lahan yang besar, dimana sebagian besar lahan yang ada belum dimanfaatkan dan belum produktif.

Baca juga: Inflasi AS Tembus 8,6%, Tertinggi Sejak 1981

“Dua hari yang lalu, saya mendapat telepon dari seorang Perdana Menteri. Tidak usah saya sebutkan siapa. Beliau meminta-minta betul, Presiden Jokowi tolong dalam sehari atau dua dikirimkan minyak goreng. Stok kami betul-betul sudah habis dan kalau barang ini tidak datang akan terjadi krisis sosial dan ekonomi yang berujung pada krisis politik. Dan, itu sudah terjadi di negara yang namanya Sri Lanka,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN