Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Jokowi Kecewa Rendahnya Kinerja Ekspor Kopi Indonesia

Jumat, 4 Desember 2020 | 16:02 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya terhadap rendahnya kinerja ekspor kopi Indonesia, yang dinilainya tertinggal dibandingkan negara tetangga Vietnam.

Kepala Negara mengungkapkan, pada tahun 2019, Indonesia tercatat sebagai produsen kopi nomor empat terbesar di dunia, setelah Brasil, Vietnam, dan Kolumbia. Namun, Indonesia hanya tercatat sebagai eksportir terbesar kopi yang ke-8 di dunia, tertinggal dari Brasil, Swiss, Jerman, Kolumbia, dan Vietnam.

“Jadi, potret kinerja ekspor kopi Indonesia masih tertinggal dibandingkan Vietnam, yang pada tahun 2019 mencapai US$ 2,22 miliar. Sedangkan kinerja ekspor kopi Indonesia tahun 2019 berada di angka US$ 883,12 juta,” kata Kepala Negara pada Pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 dilakukan secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/12/2020).

Pada kesempatan itu, Kepala Negara melepas ekspor aneka produk non-migas buatan Indonesia senilai US$ 1,63 miliar, yang dihasilkan 133 perusahaan kategori Usaha Kecil Menengah (UKM) dan non-UKM dari 16 provinsi.

Adapun 90 negara yang menjadi tujuan ekspor, di antaranya Inggris, Turki, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Jordania, Bahrain, Qatar, Amerika Serikat, Kanada, Cile, Kolombia, Brasil, India, Pakistan, Korea Selatan, Sri Lanka, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Australia, Selandia Baru, dan Papua Nugini.

Ia mengatakan, kinerja ekspor yang kurang baik terjadi pada komoditas lainnya, seperti kayu ringan, perikanan, dan produsen garmen.

“Kita juga masih tertinggal. Kita menjadi produsen garmen terbesar ke-8 dunia, tapi kenyataannya kita menjadi eksportir garmen yang ke-22 terbesar dunia,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia juga dikenal sebagai produsen kayu ringan terbesar di dunia, termasuk jenis kayu Sengon dan Jabon. Ironisnya, Indonesia termasuk eksportir home decor ke-19 terbesar di dunia.

“Bahkan, kita kalah dengan Vietnam. Dan, kita hanya di peringkat ke-21 terbesar dunia dalam ekspor produk furnitur,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga dikenal sebagai negara produsen produk perikanan terbesar kedua dunia, namun potret ekspornya juga masih di peringkat ke-13.

“Inilah fakta-fakta yang harus saya sampaikan. Saya melihat ketertinggalan tidak harus membuat kita pesimistis. Tidak ada jalan bagi kita selain melakukan langkah-langkah perbaikan, langkah-langkah pembenahan,” ujarnya.

Padahal, kata Presiden Jokowi, salah satu kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah meningkatkan ekspor, bukan hanya membantu pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, tetapi juga untuk menghasilkan devisa dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN