Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: BSTV

Presiden Joko Widodo. Foto: BSTV

Presiden Jokowi Lepas Ekspor Perdana SGA Rp 104 Miliar

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:58 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BINTAN, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas peluncuran ekspor perdana Smelting  Grade Alumina (SGA) yang diproduksi PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sebanyak 21.001 ton dengan  nilai Rp 104 miliar.

Peluncuran digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022).  Presiden Jokowi menetapkan KEK Galang Batang berdasarkan PP Nomor 42 Tahun 2017 pada  11 Oktober 2017 dan beroperasi  8 Desember 2018. KEK Galang Batang mulai melakukan ekspor SGA, pada 2 Juli 2021 dengan jumlah ekspor pada tahun 2021 sebanyak 530 ribu ton senilai Rp 2,6 triliun.

“Sekarang, saya khusus datang ke Bintan untuk melihat pembangunan PT Bintan Alumina Indonesia. Saya kaget sudah segede ini, padahal baru dibangun tahun 2018.  Yang kita kejar yang seperti ini. Kita hitung lagi, kapan kita akan berhenti mengekspor bauksit dalam bentuk bahan mentah, karena Bintan sudah ada industrinya supaya kita dapat nilai tambah,” kata Presiden Jokowi.

Ia  menuturkan bahwa  pada bulan Desember 2021 khusus berkunjung ke Sulawesi Tenggara untuk  menyaksikan langsung  hilirisasi nikel ore menjadi  barang jadi.  “Saya kaget, kita terlalu maju kesana," katanya.

Menurut Presiden Jokowi, banyak pihak yang tidak tahu-menahu tentang kemajuan yang diraih Indonesia.

“Yang paling penting adalah hilirisasi jangan sampai kita ini sudah 350 tahun yang lalu, yang kita ekspor selalu bahan mentah, yang kita ekspor selalu raw material. Tidak berhenti sampai sekarang,” ujarnya.

Menurut Presiden Jokowi, hilirisasi sangat diperlukan karena akan meningkatkan nilai jual komoditas tambang Indonesia. 

"Jadi harganya bahan mentah, seperti dikatakan Pak Airlangga Hartarto. Seharusnya 15 kali lipat hanya 20 atau 30. Padahal kalau barang jadi bisa 700.

Ini tidak bisa terus-terusan," ujarnya. Disebutkan bahwa sejak tahun 2020 telah mengeluarkan aturan tentang larangan ekspor bahan mentah komoditas tambang Indonesia, yang diawali dengan larangan ekspor nikel.

"Saya sampaikan kepada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, stop ekspor bahan mentah. Bahan mentah tidak boleh jalan lagi. Harus barang jadi atau barang setengah jadi," ujar Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN