Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi melantik perwira TNI-Polri secara daring di Istana Negara, Selasa (13/7/2021). Sumber: BSTV

Presiden Jokowi melantik perwira TNI-Polri secara daring di Istana Negara, Selasa (13/7/2021). Sumber: BSTV

PIDATO DI FORUM TINGKAT TINGGI DEWAN EKONOMI SOSIAL PBB

Presiden Jokowi: Perkuat Kerja Sama dan Solidaritas Antarnegara

Rabu, 14 Juli 2021 | 10:55 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pemimpin dunia untuk memperkuat kerja sama dan solidaritas antarnegara dalam penanganan pandemi Covid-19 yang kini melanda seluruh dunia.Covid-19 telah membuat target pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) pada 2030 makin sulit dicapai. Bahkan, berbagai kemajuan yang dicapai selama ini turut tergerus akibat pandemi mematikan itu.

“Kerja sama dan solidaritas antarnegara harus terus diperkuat dan inovasi harus ditingkatkan,” kata Presiden Jokowi saat berpidato tentang SDGs pada Forum Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC), secara virtual pada Selasa, 13 Juli 2021.

Presiden Jokowi mengatakan, saat ini di dunia sedikitnya 255 juta orang kehilangan pekerjaan, 110 juta orang kembali ke jurang kemiskinan, dan 83-132 juta orang terancam kelaparan dan mengalami malnutrisi.Ia pun secara khusus menyampaikan empat pandangan pada forum tingkat dunia. Pertama, masyarakat internasional harus membuat dunia segera pulih dari pandemi.“Vaksin adalah harapan untuk mempercepat dunia keluar dari krisis kesehatan ini,” ujar Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, agar akses yang adil dan merata terhadap vaksin harus dijamin. Namun, hingga saat ini kesenjangan akses vaksin masih sangat lebar. Untuk itu, Indonesia mendorong agar kesetaraan akses vaksin bagi seluruh negara segera direalisasikan, termasuk melalui mekanisme berbagi dosis lewat Covax Facilities. “Pemenuhan kebutuhan pendanaan vaksin multilateral, peningkatan produksi vaksin global termasuk melalui TRIPS Waiver, penguatan global supply chain vaksin, termasuk menghilangkan hambatan ekspor dan hambatan bahan baku vaksin, serta peningkatan diversifikasi dan volume produksi vaksin di berbagai negara, termasuk negara-negara berkembang,” jelasnya.

Kedua, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa diperlukan peningkatan perhatian dan bantuan kepada kelompok rentan akibat melambatnya kegiatan perekonomian. Menurutnya, semua lapisan masyarakat terdampak akibat pandemi, terutama bagi kelompok rentan. Jaminan dan perlindungan sosial merupakan bagian penting upaya pemulihan dari pandemi.“Di Indonesia, kami telah alokasikan US$ 28,5 miliar untuk bantuan sosial. Tidak kurang dari 9,8 juta unit usaha mikro telah menerima bantuan keberlanjutan usaha,” lanjutnya.

Ketiga, Presiden Jokowi menilai bahwa ekonomi dunia harus pulih secara bersama-sama. Beberapa negara di dunia telah mencatat pertumbuhan positif, namun hal itu hanya akan bermanfaat jika terjadi secara bersamaan.Menurutnya, roda perekonomian dunia harus mulai bergerak bersama tanpa mengorbankan aspek kesehatan. “Percepatan pemulihan ekonomi harus dilakukan dengan tetap mengutamakan kesehatan serta pembangunan berkelanjutan. Ke depan, kita harus mendorong investasi dalam pemulihan yang berketahanan, berkeadilan, dan hijau, a resilient, just, and green recovery. Dukungan negara maju dalam transisi ekonomi hijau di negara berkembang harus diperkuat. Pembangunan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan pro-poor harus menjadi landasan,” ujarnya.

Keempat, Presiden Jokowi menegaskan, kemitraan global harus diperkuat. Dalam situasi saat ini, komitmen kemitraan harus dipertebal. Prinsip no one left behind harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Presiden Jokowi juga mendorong agar semua negara berkomitmen untuk menghindari me first policy.“Mari kita bangun kepercayaan dan solidaritas untuk mencapai tujuan bersama. Semangat ini juga akan dibawa oleh Indonesia pada presidency G20 Indonesia tahun depan dengan tema Recover Together, Recover Stronger. Di sini akan mengedepankan semangat kepemimpinan kolektif global untuk pemulihan dari pandemi dan pertumbuhan dunia yang inklusif,” kata Presiden Jokowi.

Ia juga secara terbuka menyatakan komitmen Indonesia terhadap SDGs tidak surut meski di tengah pandemi. Pada forum tersebut, Indonesia juga kembali menyampaikan Voluntary National Review (VNR) yang ketiga atas capaian SDGs.“VNR Indonesia diharapkan dapat menjadi masukan bagi dunia untuk pemulihan bersama yang lebih kuat agar dunia dapat meraih masa depan yang jauh lebih baik,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN