Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko.  Sumber: BSTV

Presiden Joko. Sumber: BSTV

Presiden Jokowi Serahkan DIPA dan TKDD 2021

Rabu, 25 November 2020 | 11:42 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi  Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian/Lembaga (K/L) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Dalam APBN 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran  sebesar Rp 2.750 triliun atau  tumbuh 0,4% dibandingkan alokasi belanja di APBN 2020. Alokasi ini terdiri atas belanja untuk K/L sebesar Rp  1.032 triliun.  Transfer  Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 795,5 triliun.

Alokasi belanja tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan prioritas pembangunan di berbagai bidang;   Kesehatan misalnya sebesar Rp 169,7 triliun,   pendidikan Rp 550 triliun infrastruktur Rp 417,17 triliun perlindungan sosial Rp 408,8 triliun,  ketahanan pangan Rp 99 triliun , pembangunan tekonologi informasi Rp 26 triliun, dan seterusnya,” kata Presiden Jokowi.

“Kita tahu semuanya dan kita sudah merasakan bahwa tahun 2020 adalah tahun yang sangat sulit, tahun yang tidak mudah untuk kita  lalui. Dan, di tahun 2021 kita juga masih menghadapi ketidakpastian karena ekonomi global juga penuh dengan ketidakpastian,” kata Presiden Jokowi.

Ia secara khusus mengingatkan seluruh pimpinan K/L dan Kepala Daerah  untuk menjadikan  kecepatan, ketepatan, dan akurasi sebagai karakter dalam pelaksanaan kebijakan, baik di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi.

APBN Tahun 2021, lanjutnya,  akan fokus pada empat hal utama, yaitu pertama, penanganan kesehatan  dalam hal penanganan Covid, utamanya  akan fokus pada vaksinasi.

“Oleh sebab itu, anggaran yang berkaitan dengan penguatan sarana dan prasarana kesehatan, laboratorium,  penelitian dan pengembangan sangat diperlukan,” katanya.

Kedua,  kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan perlindungan sosial, terutama bagi kelompok yang kurang mampu dan rentan.

Ketiga, kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan program pemulihan ekonomi, terutama dukungan kepada UMKM  dan dunia usaha. “Penting sekali,” katanya.

Keempat, untuk membangun fondasi yang lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural baik di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial dan lainnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN